FKUB Tanamkan Moderasi Beragama ke Para Pelajar dan Santri

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

KOTA PEKALONGAN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Sapa Pelajar dan Santri ke sejumlah sekolah di Kota Pekalongan untuk menanamkan moderasi beragama. Hari ini, Sabtu (15/4/2023) kunjungan kali kedua yakni di SMA Islam Kota Pekalongan.

Moderasi Beragama adalah cara hidup untuk rukun, saling menghormati, menjaga dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada. Inilah yang diusung FKUB untuk disosialisasikan ke pelajar dan santri.

Ketua FKUB Kota Pekalongan, Ketua FKUB Kota Pekalongan, KH Ahmad Marzuki mengungkapkanĀ  rasa syukurnya pada putaran kedua Sapa Pelajar dan Santri di SMA Islam ini animo pelajar luar biasa. “Para pelajar antusias menyampaikan aspirasinya. Bahwasanya moderasi beragama di SMA Islam ini bisa dikembangkan, tak hanya di sekolah tapi juga masyarakat,” tutur Kyai Marzuki.

Dikatakan Kyai Masrzuki, pelajar perlu memaklumi Indonesia sebagai negara yang memiliki bermacam-macam agama dan harus menerima perbedaan. Artinya ketika memiliki paham A tidak usah menyalahkan paham lainnya.

Sementara itu, Kepala SMA Islam setempat, Ari Susanti mengaku baru tau FKUB. “Alhamdulillah anak kami mayoritas berlabel SMA Islam tak bermasalah dengan moderasi beragama. Dalaam pembelajaran PPKN juga ditanamkan hal serupa agar ketika terjun di masyarakat menjumpai hal ini para pelajar dapat bertoleransi,” kata Ari.

Menurut Ari melalui kegiatan ini pengetahuan para pelajar semakin luas. Harapan ke depannya para pelajar di SMA Islam ini dapat menjadi generasi penerus.

Informasikan Kegiatan Agama ke FKUB

Terkait informasi kegiatan beragama, Kyai Marzuki menekankan, ketika ketika rumah ibadah (masjid, klenteng, pure, dan sebagainya) dan organisasi masyarakat serta organisasi keagamaan Era ada kegiatan atau hal-hal yang berkaitan dengan agama untuk mengajak atau menginformasikan ke FKUB Kota Pekalongan. “Kalau ada permasalahan lintas agama nantinya juga FKUB yang akan meluruskan sehingga sebelum hal-hal tak diinginkan terjadi alangkah lebih baik memberi kabar ke FKUB. Belum lama ini ada permasalahan pembagian takjil. Orang non Islam berbagi takjil, menjawab konteksnya seperi apa agar bisa pahami,” jelas Kyai Marzuki.

Selama Ramadan ini FKUB dijadwalkan ke tiga sekolah yakni kemaren di SMA Bernadus, ini SMA Islam, dan 18 April ini ke SMP PIUS. Selanjutnya akan ke sekolah lainnya usai lebaran. (TIM KP PEMKOT/ANT/bd).