FKUB Temanggung Adakan Silaturohim Tokoh Lintas Agama

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Temanggung – Bahwa dalam rangka menumbuhkan kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Temanggung mengadakan Silaturohmi Tokoh Lintas Agama di Graha Bumi Phala Temanggung, Rabu (8/06).  

Kegiatan yang bertemakan “Menjaga Karakter Bangsa” ini dihadiri oleh Bupati Temanggung HM. Al Khadziq, Dandim Temanggung, Kapolres Temanggung dan Jajaran Forkopimda lainnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung KH Yakub Mubarok, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung, serta para tokoh agama dan tokoh ormas keagamaan Se Kabupaten Temanggung.

Dalam sambutannya Bupati Temanggung mengajak semua yang hadir pada acara untuk bersama-sama bangkit kembali dari keterpurukan akibat Pandemi Covid 19 yang melanda negeri demi kemajuan Kabupaten Temanggung.

“Mari Kita bersama-sama menyongsong harapan-harapan baru, kita gerakkan seluruh potensi di tengah-tengah masyarakat untuk bangkit pasca Pandemi Covid-19 ini untuk menuju Kabupaten Temanggung yang lebih baik,“ajak Bupati.

Bupati menambahkan Forum ini adalah sebagai sarana ataupun wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar umat beragama yang merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan daerah dalam rangka mewujudkan Kabupaten yang toto titi tentrem marem lan gandem.

“Insya Allah apa yang kita lakukan pada pagi hari ini mendapatkan hikmah dan kita berharap Temanggung ke depan akan semakin tentrem marem lan gandem,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan orasi keagamaan dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung.

Sementara dalam sambutanya Ketua FKUB Ahmad Sholeh, mengatakan pertemuan besar semacam ini baru dilaksanakan pertama kali dan akan dijadikan momen tahunan.

“Kegiatan yang bertemakan “Menjaga Karakter Bangsa”  mempunyai tujuan untuk menumbuhkan sikap toleransi, kebersamaan, tepo seliro saling menghargai, sebagai wujud dari nilai-nilai kemanusiaan yang merupakan inti dari nilai ketuhanan / agama. Dan lebih penting lagi adalah untuk menguatkan jiwa dan karakter Pancasila yang merupakan titik temu dari semua nilai agama yang ada di Indonesia,“ ujarnya.

Beliau juga meminta pada semua pemuka agama untuk mengajarkan agamanya secara benar dan utuh sebab kalau semua umat beragama paham terhadap agamanya tidak akan ada pemikiran menyalahkan agama yang berbeda dan pasti punya komitmen kebangsaan yang kuat untuk terrus menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila.(sr/rf)