GPAI Diimbau Evaluasi Kemampuan Baca Tulis Alquran Siswa

Semarang, Di sekolah, GPAI memiliki peran yang cukup penting dalam pembentukan karakter siswa, utamanya siswa muslim. Hal ini sebuah tantangan tersendiri bagi GPAI, terutama bagi mereka yang bertugas di sekolah negeri, karena jam tatap muka dengan setiap peserta didik tidak sebanyak di sekolah Islam, atau madrasah. Demikian disampaikan H.M. Faojin, Pengawas PAI Kankemenag Kota Semarang pada saat melakukan monitoring kinerja GPAI di SDN Sembungharjo 01, Kamis (2/2/2023).

Dalam kesempatan itu, ia mengimbau agar GPAI turut melakukan pengawasan pelaksanaan salat wajib peserta didik muslim, dan juga melakukan pembiasaan salat berjamaah di sekolah. Selain itu, ia juga mengajak GPAI untuk melakukan evaluasi kemampuan baca tulis Alquran siswa. “Kalau hanya mengandalkan JTM, tentu sangat kurang untuk belajar tulis Alquran di sekolah. Untuk itu ajaklah siswa membaca Alquran setiap hari. Berikan tugas bagi mereka, hari ini membaca Alquran sebanyak 1 halaman misalnya, dan seragam untuk siswa dengan jenjang kelas yang sama. Berikan contoh video bacaannya, agar memudahkan mereka dalam belajar. Selain itu, buatkan format laporannya berupa tabel yang berisi tanggal, keterangan ayat yang dibaca, kemudian ada kolom untuk tanda tangan orang tua dan guru. Pada saat JTM berikutnya, tanyakan laporan tersebut, sambil melakukan evaluasi atas kemampuan bacaan Alqurannya melalui membaca secara bergiliran akan ayat atau hadist yang berkaitan dengan materi pembelajaran saat itu,” sarannya.

“Begitu pula untuk kemampuan menulis huruf Alquran, berikan tugas kepada siswa untuk meniru salah satu ayat dalam Alquran atau hadist yang berkaitan pula dengan materi pembelajaran saat itu, yang diulang 5 kali misalnya. Hal ini akan melanyahkan anak-anak dalam menulis huruf-huruf Alquran. Tugas ini nanti baru dievaluasi pada saat JTM berikutnya,” sambungnya.

“Dari pembiasaan ini, kita harapkan akan meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran peserta didik,” ungkapnya.

Selain itu, ia berharap GPAI bisa melakukan pembiasaan pembacaan doa qunut di akhir KBM, serta pengadaan kegiatan dalam rangka PHBI, dan juga pembuatan film pendek yang menceritakan tentang kereligiusan sebuah keluarga muslim. Hal ini guna meningkatkan keimanan dan kecintaan siswa kepada Islam.( Siti Nor’aini/NBA/bd)

Related Posts