Ini Cara Siswa Ma Ma’arif Wanayasa Rayakan Kelulusan

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – MA Ma’arif NU Wanayasa (MAMANUSA) masih lekat dengan tradisi pedesaan yang kental. Tak heran, siswa-siswi madrasah di Dusun Jomblang Desa Kubang Kecamatan Wanayasa itu pun masih memegang erat kebiasaan dan tata krama yang tinggi dan hormat kepada orang yang lebih tua termasuk guru mereka.

Dua tahun pandemi, membuat acara wisuda kelas XII tidak bisa dilaksanakan. Namun seolah mereka tak kurang akal untuk bisa menyatakan rasa terima kasihnya kepada guru. Jika alumni tahun lalu secara perwakilan mendatangi kantor MA menyampaikan undangan secara lisan, tahun ini mereka mengundang langsung ke rumah salah satu siswa.

Tahun lalu, ketua kelas XII IPA dan IPS mendatangi kantor menyampaikan undangan mereka,

“Kami bermaksud mengadakan acara pamitan (perpisahan-pen) kepada bapak ibu guru MA, apakah bapak dan ibu guru bersedia meluangkan waktu? Jika ya, kapan kira-kira waktunya?”, demikian kata Sarifudin Ahmad selaku wakil dari siswa kelas XII IPA dan IPS.

Ungkapan yang membuat guru MA terharu. Betapa mereka ingin sekali berpamitan secara resmi namun apalah daya, situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat mereka memutar otak untuk bisa mewujudkan keinginan mereka. Waktu itu, solusi yang diberikan oleh Kamad adalah seluruh siswa kelas XII mengadakan syukuran kelulusan mereka di MA. Dan dihadiri oleh seluruh anggota dewan guru.

Untuk tahun ini, meski sudah diadakan acara pelepasan siswa kelas XII, tetap saja para alumni merasa “masih kurang” dalam menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada guru, sehingga mereka mengundang guru untuk menghadiri tasyakuran di rumah salah satu siswa.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada bapak ibu guru semua, kami bermaksud mengundang bapak ibu guru untuk menghadiri acara tasyakuran di rumah Umu Uswatun Khasanah pada hari Senin, 30 Mei 2022 jam 13.00 WIB,” kata Wildan Lutfi Yahya, perwakilan dari kelas XII IPS.

Karena pemberitahuan yang mendadak, sehari sebelum pelaksanaan, undangan itu baru disampaikan, maka guru yang menghadiri pun tak banyak. Hanya terdiri dari 4 orang guru, 1 wali kelas dan 3 guru yang berdomisili tidak jauh dari Dusun Jomblang.

Seolah tidak mau kalah dengan siswa kelas XII IPS, dua hari kemudian, datanglah undangan serupa, kali ini dari siswa kelas XII IPA.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kali ini undangan tidak datang secara mendadak, sehingga guru yang menghadiri pun lebih banyak. Hampir separuh dari jumlah keseluruhan guru.

“Kami sangat mengapresiasi niat baik para alumni 2022 ini. Mereka secara sukarela patungan menyelenggarakan acara tasyakuran ini. Bertempat di salah satu siswa yang rumahnya bisa menampung banyak orang. Dengan sedikit bantuan dari orang tua, mereka belajar membuat nasi tumpeng dengan aneka cemilan yang menyertainya. Benar-benar mengharukan”, kata Asnawi Widianto, selaku Kamad ketika dimintai tanggapannya (02/06/2022).

Siti Ibnatun Solihah, sebagai Ketua Kelas XII IPA Ketika dikonfirmasi, apa motivasinya mengadakan tasyakuran di rumah dengan mengundang guru-guru, dengan berkaca-kaca ia menjawab,

“Karena kami tidak ingin hanya bisa menyanyikan lagu “Terima kasih guru” di acara pelepasan kami, tapi kami benar-benar ingin menunjukkan kepada guru-guru kami, betapa besar rasa terima kasih kami kepada mereka atas jasa-jasa dan pengabdian mereka dalam melayani kebutuhan pendidikan kami. Apa yang kami lakukan, hanyalah sedikit dari bukti tanda terima kasih kami atas kebaikan hati mereka selama mendidik kami. Apa pun yang kami lakukan dan kami berikan tidak akan pernah cukup untuk membalas budi baik mereka selama ini”.

Dalam acara tasyakuran itu, mereka melalui perwakilan ketua kelas menyampaikan rasa terima kasih mereka yang telah dibimbing selama 3 tahun dengan penuh kesabaran oleh para guru mereka, dan meminta maaf atas segala perbuatan yang mungkin kurang menyenangkan yang telah mereka lakukan selama menjadi siswa MAMANUSA.

“Tak lupa, kami juga minta didoakan oleh para guru kami, supaya kami berhasil meraih apa yang kami cita-citakan. Bagi kami yang mau melanjutkan kuliah, semoga berhasil dengan studinya. Bagi yang mau bekerja, juga semoga mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan kami. Dan bagi yang akan menikah (tentunya jika sudah berusia minimal 19 tahun-pen) semoga juga berhasil dengan pernikahannya. Karena lulus bukan berarti kami sudah tak membutuhkan jasa para guru kami. Doa mereka sangat kami harapkan demi kelancaran dan kesuksesan hidup kami ke depan”, tutup Siti yang merupakan siswa dengan perolehan nilai tertinggi itu. (asg/ak/rf).