Tajamkan Fungsi Penyuluh Agama, Kemenag Gelar Focus Group Discution

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print
* Kasi Bimas Islam H. Sodikin didampingi ketua Pokjaluh memberikan materi di acara FGD Penyuluh Agama Islam Kabupaten Batang.

Batang- Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, H Sodikin mengajak para Penyuluh Agama Islam untuk mensukseskan 7 program prioritas Kementerian Agama. Program tersebut digariskan dalam tema besar Percepatan Transformasi Layanan Umat. Dengan transformasi ini diharapkan  masyarakat  akan memperoleh informasi yang cepat dan akurat. Hal itu disampaikannya saat membuka Focus Group Discution (FGD) dengan tema  Penguatan Digitalisasi Dakwah Penyuluh Agama Islam yang digelar di KUA Kecamatan Reban, Kamis (2/5) yang lalu.

Lebih jauh H. Sodikin menegaskan bahwah Penyuluh Agama Islam setidaknya paham dengan 7 program prioritas Kementerian agama itu atau lebih baik lagi bila hapal teksnya.

“Setidaknya kalau ditanya tentang apa saja program prioritas Kemenag itu, para penyuluh hafal dan paham,” tegasnya.

Dihadapan 30 penyuluh fungsional dan Non PNS itu, ia menyampaikan bahwa dari 7 program  unggulan Kementerian Agama itu diantara yang sedang berjalan adalah Revitalisasi KUA, transformasi digital dan penguatan Moderasi Beragama.

“Revitalisasi KUA diantaranya menampilkan wajah baru KUA serta meningkatnya tugas dan fungsi Kantor Urusan Agama di setiap Kecamatan,” katanya.

Kemudian, tranformasi digital. Merupakan layanan informasi dan mengembangkan layanan  keagamaan baik dengan aplikasi online maupun secara offline.

* Para Penyuluh Agama Islam Batang tampak sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan kegiatan FGD.

“Dan yang ketiga adalah penguatan moderasi Beragama. Ini sebagai cara menguatkan pemahanan dan praktik terkait toleransi dalam kehidupan beragama,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana Bimas Islam Kemenag Kabupaten Batang, Umi Hayatun berharap para penyuluh agama dapat memaksimalkan pelaporan kegiatan melalui aplikasi E-PA.

“Aplikasi ini merupakan program dari Kementerian Agama Pusat yang bertujuan sebagai bentuk perkembangan digitalisasi yang berisi laporan kinerja Penyuluh Agama. Hal tersebut sangat penting karena berpengaruh pada bobot kinerja seorang Penyuluh Agama,” katanya.

Semua Penyuluh Agama Kabupaten Batang harus melaporkan semua kegiatan dan kinerja terutama di Majlis Taklim Binaan maupun kegiatan bimluh lainya melalui aplikasi ini.

“Dimulai dari Bulan Januari 2022 sampai Bulan Mei dan seterusnya,” ucapnya.

Acara dilanjutkan diskusi terkait Penguatan, Perencanaan dan Perkembangan Digitalisasi Tim Multimedia Pokjaluh Kabupaten Batang yang saat ini sudah memasuki tahun kedua.

“Tim Multimedia juga diharapkan bisa eksis, aktif dan mengembagkan eksistensi Penyuluh Agama Batang di Media Sosial, terutama di IG, Facebook, Tik Tok dan Youtube, pengembangan serta¬† inovasi layanan maupun konten yang mendidik, motivasi kepada masyarakat,” kata Masykur, Sekretaris Pokjaluh Kabupaten Batang. ( Teguh/Zy_humas/rf )