Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan Fisik dan Psikis

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang – Guna mempersiapkan calon jamaah haji Kota Semarang tahun 1444 H/2023 M, Kankemenag Kota Semarang menggelar Bimbingan Manasik Haji Kedua Tingkat Kota Semarang yang dilaksnakan di Aula 2 Kampus 3 UIN Walisongo, Kamis (18/5/2023).

Seluruh calon jamaah haji Kota Semarang yang telah melakukan pelunasan sampai dengan 12 Mei 2023, sebanyak 1.665 jamaah diundang dalam kegiatan tersebut.

Salah satu narasumber yang dihadirkan dalam bimbingan manasik haji kali ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dokter Moch. Abdul Hakam.

Pada saat menyampaikan materi, Hakam membagikan pengalamannya ketika bertugas sebagai petugas haji pada tahun 2022. Selain itu, ia menyampaikan tips agar jamaah haji tetap dalam keadaan prima, meskipun menghadapi cuaca yang begitu ekstrim di Arab Saudi.

“Menghadapi suhu yang tinggi, kita harus menjaga agar tubuh tidak dehidrasi, dengan cara mengkonsumsi minuman dengan cukup. Jika perlu, sering-sering menyemprot wajah dengan semprotan yang diisi air zam-zam atau air mineral lainnya, guna menjaga kelembapan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan kepada jamaah agar tidak terlalu banyak membawa barang bawaan, serta membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi atau diperlukan, dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik.

“Bagi jamaah wanita yang masih masa subur agar meminum obat haid 5 hari setelah menstruasi terakhir atau 2 minggu sebelum berangkat. Jika sampai disana masih mengalami menstruasi, maka segera berkonsultasi dengan dokter,” tuturnya.

“Pada saat di Madinah, fokuskan kegiatan di masjid dan makam nabi, agar pada saat di Mekah dan pada saat menjalankan ibadah haji, fisik tidak kelelahan. Terlebih bagi lansia dan orang yang mempunyai riwayat penyakit bawaan,” ungkapnya.

“Pasca wukuf di Arafah, untuk ibadah umrah sunah tidak usah memaksakan diri, sesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing,” tandasnya.

Hakam juga berpesan agar para petugas haji utamanya TKHI saling bekerjasama, begitu pun bagi para jamaah. “Jalin kerjasama tim yang bagus, saling berkomunikasi. Tidak hanya fisik, psikis juga harus dijaga dan diseimbangkan, agar ibadah bisa lancar,” pungkasnya.(Hanum/Arya/NBA/bd)