Kankemenag Kota Semarang Menimba Ilmu dari Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang- Rachmad Pamudji Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) dan Cholidah Hanum Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Gara Zawa) yang sekaligus sebagai agen perubahan pada Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang, Rabu (8/6/2022) mengikuti kegiatan sharing moment dari agen perubahan Kementerian/Lembaga lainnya melalui zoom meeting yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kemenag RI.

Kegiatan tersebut diikuti oleh agen-agen perubahan pada satuan kerja Kementerian Agama, baik pada Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN), Institut Agama Hindu Negeri (IAHN), Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN), Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri (STAKATN), Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN), Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN), Kankemenag Kabupaten/Kota, Balai dan Madrasah Aliyan Negeri (MAN)  dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) se-Indonesia.

“Kami diajak untuk ngangsu ilmu dari agen perubahan (AP) Kantor Imigrasi Kelas I Kota Malang, dimana instansinya telah memperoleh predikat Wilabah Bebas Bersih Melayani (WBBM),” tutur Rachmad Pamudji.

“Inti dari Zona Integritas (ZI) adalah inovasi, bagaimana membuat terobosan dalam rangka memberikan peningkatan layanan kepada masyarakat yang bersinggungan langsung dengan instansi kita. Mengena langsung, sesuai dengan karakteristik masing-masing,” terangnya.

“Narasumber menyampaikan langkah-langkah apa yang dilakukan disana, dari mulai hal yang terkecil hingga yang berdampak secara signifikan terhadap layanan pada instansinya. Tak lupa ia memanfaatkan media informasi yang ada untuk mempublikasikan aksi-asksi atau inovasi-inovasi tersebut. Jadi setiap kegiatan didokumentasikan dan diuggah melalui media sosial dan informasi yang dimilikinya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Pamudji panggilan akrab pria berkacamata ini, menyampaikan perlunya dilakukan in house training untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), selain itu juga kegiatan-kegiatan yang bersifat peningkatan kedisiplinan. “Disana setiap hari dilakukan apel pagi dan sore, cek kehadiran pegawai secara rutin berkala. Bahkan kerapian berpakaian dinas pun menjadi perhatian, dari mulaipemakaian atribut lengkap, sampai dengan sepatu yang dikenakan,” ujarnya.

“Khusus untuk bagian pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) atau front office, mereka diberi seragam khusus, sebagai pencitraan sebagai pelayan masyarakat, agar terkesan berbeda pula dengan barisan pegawai yang berada di masing-masing unit kerja atau back office,” sambungnya.

Menurut penuturannya, hal lain yang tak kalah penting adalah meniadakan kebiasaan merokok di jam kerja dan di ruang kerja. “Merokok ada aturannya dan ditempatkan di tempat khusus yang tidak mengganggu lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

“Dan terkait aduan, harus ditanggapi dan ditangi dengan segera, sebagi bentuk bahwa instansi tersebut responsif terhadap masyarakat,” pungkasnya.(Pamudji/NBA/rf)