Kepala Kankemenag Kota Semarang Sampaikan 4 Bingkai Kerukunan

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Semarang, Selasa (19/7/2022) Mukhlis Abdillah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Semarang berkesempatan menyampaikan sambutan pada kegiatan Dialog Lintas Agama yang digelar oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang, yang dilaksanakan di Hotel Grasia.

Dalam sambutannya, Mukhlis Abdillah menyampaikan 4 bingkai yang perlu diperhatikan guna menguatkan kerukunan. “Persatuan tidak memandang suku, ras, agama, dan golongan. Untuk menghindari konflik dan menciptakan kerukunan, ada 4 bingkai yang harus diperhatikan, yaitu bingkai politik kebangsaan, bingkai teologis, bingkai sosiologis, dan bingkai yuridis,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan lebih detail masing-masing bingkai dimaksud.

Pertama, Bingkai Politik Kebangsaan. “Yakni melalui penguatan wawasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang meliputi konsensus Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Intinya, kita sebagai umat beragama dalam menjalankan ibadah harus tetap mengedepankan toleransi dan rasa nasionalisme, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelasnya.

Kedua,  Bingkai Teologis. Menurutnya, saat ini agama menjadi komoditas yang dijual di media televisi dan sosial sehingga mengakibatkan perpecahan, padahal semestinya agama tidak dijadikan sebagai faktor pemecah belah atau disintegratif, tetapi justru menjadi faktor pemersatu dalam kehidupan masyarakat.

Ketiga, Bingkai Sosiologis. “Kita harus bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berasal dari berbagai ras, suku, agama yang memiliki nilai-nilai budaya kearifan lokal (local wisdom) untuk terus dirawat guna menciptakan masyarakat yang harmonis,” terangnya.

Keempat, Bingkai Yuridis. “Yakni penguatan regulasi tentang kehidupan beragama secara komprehensif dan terintegrasi, baik dalam undang-undang maupun peraturan hukum di bawahnya. Jadi jika ada yang melakukan pelanggaran, maka harus ada tindakan hukum yang jelas,” pungkasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 80 peserta, baik dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, profesional, maupun akademisi tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang.(Dintha/NBA/rf)