Koordinasi Dan Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kab. Pekalongan – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan koordinasi dan sosialisasi implementasi kurikulum merdeka belajar kepada 38 RA dan Madrasah Piloting Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023 di Aula Kantor, Selasa (19/07/2022). Piloting penunjukkan itu atas ajuan dari RA Madrasah di laman PDUM kemudian diverifikasi dan ditetapkan SK Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Nomor 3811 Tahun 2022.

Kegiatan ini langsung dibuka oleh Kakankemenag Kab. Pekalongan, dan diikuti oleh Kasi Pendidikan Madrasah, seluruh Pengawas Madrasah serta segenap Kepala RA Madrasah piloting.

Mengawali sambutannya, H. Sukarno Kakankemenag Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada Seksi Pendidikan Madrasah, Pokjawas dan segenap Kepala RA Madrasah yang telah senantiasa proaktif berkoordinasi dan mengikuti setiap program Kementerian Agama termasuk diantaranya mengajukan piloting pelaksana implementasi kurikulum merdeka belajar dan akhirnya di setujui oleh Kementerian Agama RI melalui SK Dirjen tersebut. Untuk Karesidenan Pekalongan bahkan Kabupaten Pekalongan terbanyak dalam Piloting ini, yakni sejumlah 38 RA dan Madrasah dengan rincian 2 RA, 1 MIN, 32 MI, 2 MTsN dan 1 MAN.

Beliau juga mengharapkan agar Madrasah piloting terus bisa bersaing dengan madrasah lain dan Kabupaten/Kota lain, bukan hanya pada tingkat lokal, melainkan juga di tingkat Nasional.

Dalam rakor ini langsung di pimpin oleh Kasi Pendidkan Madrasah H. Busaeri. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa sebuah perubahan dalam dunia pendidikan sebagai sebuah refleksi dari kebijakan pemerintah, ganti Menteri pasti ada kebijakan baru yang muncul, terlihat dari aspek kurikulum, bisa dilihat dan dirasakan, mulai dari CBSA, KBK, KTSP, K13, dan sekarang ini kurikulum merdeka belajar. Ia juga mengatakan bahwa kurikulum merdeka belajar telah dipraktekkan oleh para ulama dengan mengedepankan nilai-nilai keikhlasan dalam mendidik.

Menurutnya, mendidik siswa dengan keikhlasan hati yang telah dicontohkan para ulama, yang tentu sudah dipraktekkan di RA dan Madrasah.

“Saya berkeyakinan ketika ini dilakukan, dengan sungguh-sungguh insyaallah RA Madrasah kita ke depan akan semakin berkualitas. Nilai keikhlasan yang ada pada pendidik dan tenaga kependidikan ini bisa terwujud melalui pendekatan spiritual,” ungkap H. Busaeri.

“Saya berharap agar pendidik dan tenaga kependidikan harus mempunyai komitmen untuk memajukan dan meningkatkan kualitas madrasah, memiliki peserta didik yang kompeten serta mutu yang dapat diperhitungkan baik ditingkat nasional, maupun internasional.” harapnya.

Kasi Penma juga menginginkan agar RA Madrasah dapat mencetak generasi yang berprestasi bersaing dengan madrasah yang lain. Yang diantaranya alhamdulillah 1 siswa dari MTsN 1 Pekalongan masuk ke Tahap Presentasi Proposal pada Lomba MYRES atas nama Ayu Trisna Rusmawati dan Alfia Safira Shafa dengan judul karya tulisnya Kajian Inovasi Batik Santri Khas Pekalongan Perspektif Fiqih.

Masih menurut Kasi Penma, untuk menjadikan madrasah yang berkualitas maka perlu ditanamkan nilai kedisiplinan dari semua stakeholder madrasah. Tim Work Bersama-sama membangun madrasah, dan nilai keikhlasan sebagai tenaga pendidik dan kependidikan sangat dibutuhkan. Kegiatan ini lanjutkan dengan paparan singkat dari Ketua Pokjawas H. Muslimin yang intinya bahwa Pokjawas akan melaksanakan Persamaan Persepsi dan Persiapan Rencana Pendampingan Pembimbingan Penyusunan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan), dalam hal ini KOM (Kurikulum Operasional Madrasah) agar RA dan Madrasah Piloting tersebut benar-benar siap melaksanakan kurikulum merdeka di tahun ini. (Kdr/Ant/rf)