MI Al Fatah Parakancanggah Adakan IHT Sebagai Salah Satu Peningkatan Pengetahuan Guru

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – Kata “In House” merujuk pada tempat pelatihan yang biasanya dilakukan di lingkungan kerja sendiri. Sehingga In House training (IHT) merupakan sebuah bentuk program pelatihan yang mana waktu serta tempat pelatihan ditentukan sesuai dengan permintaan peserta, dilakukan berdasarkan pemikiran bahwa sebagian kemampuan dalam meningkatkan kompetensi dan karier guru, pelatihan tersebut tidak harus dilakukan secara eksternal namun bisa juga secara internal.

Awal tahun ajaran baru 2022/2023 dimulai pada hari Senin, 18 Juli 2022. Sebelum kembali bergelut dengan anak-anak dalam proses pembelajaran, pada hari Minggu 17 Juli 2022 seluruh guru MI Al Fatah Parakancanggah mengikuti In House Training (IHT). MI Al Fatah Parakancanggah mengadakan In House Training (IHT) dengan mengusung tema “Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka”.  

Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu peningkatan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan guru untuk menunjang keberhasilan dan tercapainya tujuan pembelajaran. Serta memperkuat komitmen seluruh warga sekolah baik Pendidik maupun Tenaga Pendidik untuk bersama-sama meningkatkan kinerja, dan kompetensi serta kedisiplinan sekaligus penyusunan perangkat pembelajaran. Peserta didik diharapkan bukan hanya menguasai kemampuan akademik saja, tetapi juga kemampuan afektif dan psikomotorik.

Dalam In House Training (IHT) ini, MI Al Fatah Parakancanggah mengundang narasumber dari Lamongan, Jawa Timur yakni Hibatun Wafirah, Beliau adalah Kepala Sekolah Menengah Pertama SMP Negeri 2 Kedung Pring Lamongan yang memiliki kemampuan mumpuni pada bidangnya.

“Kurikulum merdeka ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan kurikulum 2013 yang sudah dilaksanakan sebelumnya, kurikulum ini hanya menyempurnakan kurikulum yang sudah ada. Dengan tujuan pembelajaran dimana setiap pembelajaran dilakukan secara esensial, holistic, dan berorientasi pada peserta didik,” ucapnya

Wafiroh menambahkan bahwa implementasi Kurikulum merdeka itu dalam pembelajaran menggunakan proses berdiferensisasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik

Fatmah, salah satu guru kelas 3 di MI Al Fatah Parakancanggah sebagai peserta In House Training (IHT) mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, “Pelatihan  ini sangat bermanfaat bagi kami guru untuk meningkatkan wawasan mengenai perkembangan kurikulum yang ada saat ini, charge ilmu setelah liburan akhir semester dan sangat membantu dalam persiapan proses pembelajaran pada tahun ajaran baru,” pungkasnya (mc/ak/rf)