Penguatan Tindaklanjut dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka Di Kemenag Brebes

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Brebes – Selasa, (19/07/2022) Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes  melaksanakan acara Penguatan tindaklanjut implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di madrasah sekabupaten Brebes di Aula RM Bu Oga Terlangu Brebes

Acara yang menghadirkan 50 orang peserta berasal dari Pengawas Madrasah sekabupaten Brebes, Ketua KKM baik dari tingkat RA, MI. MTs dan MA sekabupaten Brebes, yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes serta dari pelaksana seksi Penma.

Drs. H. Fajarin selaku Kepala Kantor Kemenag Brebes dalam sambutan dan arahnya mengucapkan, “Agar Bapak dan Ibu pegawas selaku penjamin mutu dan ketua KKM selaku pelaksana Kurikulum Merdeka Belajar di madrasah masing-masing, guna memastikan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka tetap di jalankan  sebagaimana rencana. Mulai tahun ajaran 2022/2023 ini, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu opsi yang perlahan-lahan agar dilaksanakan oleh satuan pendidikan,” tegasnya.

“Kita harus pastikan bahwa  tidak ada pembatalan implementasi Kurikulum Merdeka. Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 044/H/KR/2022 yang ditandatangani 12 Juli 2022 adalah untuk menetapkan lebih dari 140 ribu satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023. SK tersebut merevisi SK sebelumnya karena terdapat perubahan beberapa satuan pendidikan yang melakukan refleksi dan mengubah level implementasinya, misalnya dari level mandiri belajar ke mandiri berubah atau sebaliknya,” papar H. Fajarin.

H. Fajarin kembali menyampaikan bahwa Kementerian agama mendorong satuan pendidikan untuk menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kesiapan masing-masing satuan pendidikan. “Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberi fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk membuat kurikulum operasional satuan pendidikan yang adaptif dengan konteks lokal, agar kegiata belajar mengajar yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan belajar Siswa,” imbuh H. Fajarin.

Sebagaimana diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikburistek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. Acara dilanjutkan dengan diskusi pemecahan masalah di mulainya pelaksanaan Kurikulum merdeka belajar yang ditemui dibeberapa madrasah.(Hid/Sua).