Rakor Pokjaluh, Kasi Bimas Islam Banjarnegara Ajak Penyuluh Laporkan Kegiatan Melalui Medsos dan Berita

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kemenag Kabupaten Banjarnegara mengadakan rapat koordinasi dan pembinaan oleh Kapala Seksi Bimas Islam.  Kegiatan yang merupakan program kerja rutin bulanan Pokjaluh ini dilaksanakan pada Rabu (03/05/23)  bertempat di Wisata Kali Onggok Adipasir Kec. Rakit kab. Banjarnegara.

Hadir pada Rakor Pokjaluh kali ini 18 orang PAIF (Penyuluh Agama Islam Fungsional) se- Kabupaten Banjarnegara, serta Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarnegara.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Penyuluh Agama Islam. Acara dibuka dengan kultum yang disampaikan oleh Wasis Winarso tentang filosofi ketupat dan dilanjutkan pembinaan serta info kedinasan dari Kasi Bimas Islam, Ali Mustofa.

Dalam Pembinaannya Ali Mustofa mengapresiasi PAIF yang telah membimbing penyuluh non PNS sehingga bisa masuk PPPK, “saya sampaikan terima kasih dan Apresiasi kepada Para Penyuluh yang telah mendampingi para penyuluh non PNS dalam proses seleksi  PPPK, Alhamdulillah tahun 2023 ini dari Banjarnegara yang Lolos sejumlah 27. Harapan kami 27 orang ini nanti penempatannya bisa di sini semuanya,” capnya.

“ untuk tahun 2024 sudah ada Informasi sedang diusulkan Formasi PPPK Kemenag yang meliputi, penyuluh, penghulu, dan pranata komputer, tentunya ijazah S1nya harus linier dengan formasi yang dibutuhkan, ” lanjutnya.

Selain itu Kasi Bimas juga terus mendorong para penyuluh untuk selalu mempublis kegiatan-kegiatan di media Sosial, baik berupa video ataupun berita.  Dan mendorong untuk  produksi film berikutnya,

“Ayo kita semangat lagi, mengirim berita kegiatan-kegiatan penyuluh dan mempublis di media sosial,” ajaknya.

Selanjutnya Ali mengajak kepada para penyuluh agar berperan aktif dalam mengampanyekan moderasi beragama,

“Moderasi itu sikap beragama yang sedang, atau di tengah-tengah, tidak berlebihan. Tidak mengklaim diri atau kelompoknya yang paling benar, tidak menggunakan legitimasi teologis yang ekstrem, tidak menggunakan paksaan apalagi kekerasan, dan netral tidak berafiliasi dengan kepentingan politik atau kekuatan tertentu, terlebih ini sudah mendekati tahun politik,” imbuhnya

Kegiatan dilanjutkan dengan Rakor Rintisan Kampung Moderasi Beragama dan Persiapan Penyuluh Award (dr/rf).