Sembilan RA dan Satu MTs Terima IJOP Tahun 2022

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Brebes, Senin, (06/06/2022) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes menyerahkan surat keputusan (SK) Izin Operasional sembilan Roudlotul Athfal (RA) dan satu MTs yaitu  MTs Assalam Bantarkawung, digedung PHU Lantai 2 Kantor  Kementerian Agama Kabupten Brebes.

H. Fajarin  selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, dan Kasi Pendidikan Madrasah Drs. H. Imam Ghozali, M. Ag. melakukan acara serah terima SK Pendirian / Izin Operasional Kepada sembilan  orang kepala Madrasah kebetulan satu dan lain hal kepala madrasah ada yang tidak hadir.

Dalam arahanya, H. Fajarin mengungkapkan “SK Izin operasional merupakan dokumen penting sebagai modal untuk operasional madrasah, kami berharap agar manajemen atau pengelola madrasah berkomitmen pada pemberdayaan pada siswa, guru dan manajemen lainya dengan mengedapankan kebersamaan dan keikhlasan mengingat perjuangan awal sebuah lembaga cukup berat. Kinerja agar lebih ditingkatkan,  tolong perhatikan petugas operator mengingat semua administrasi sudah  berbasis digital”. Harap pria yang 35 tahun lebih mengabdi pada dunia pendidikan semenjak di bangku kuliah.

“Para Guru dan siapapun yang terlibat harus dapat menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat sekitar dalam hal kedisplinann, kejujuran dan akhlakqul karimah serta selalu menjaga integritas baik individunya maupun lembaga madrasahanya,” imbuhnya.  

Zaenudin, S.Pd.I., selaku kepa MTs Assalam yang pada hari ini menerima Ijop, menjelaskan, “Kami yang pada hari ini hadir dalam ruangan ini berterima kasih kepada Kepala kantor dan Kasi pendidikan madrasah serta yang lainya telah memfasilitasi dan membantu terbitnya SK Izin operasional 10 madarasah ini, Kami sangat berbahagia, semoga dengan ijop ini dapat memaksimal dalam mengabdikan waktu, pikiran dan  tenaga, kami kepada  masyarakat khususnya di dunia pendidikan islam di wilayah Brebes,” jelasnya.  

”Kami sangat bersyukur dikarenakan banyaknya kepedulian dan  bantuan dari berbagai  pihak bagi terwujudnya pendidikan di lembaga-kami maisng-masing,” sambung Zaenudin ketika tekadnya selaku kepala madrasah yang baru saja menerima Ijop.

Kasi Pendidikan madrasah H. Imam Ghozali  berpesan, “Madrasah adalah pendidikan yang di miliki oleh umat dan masyarakat Supaya Pengelola dan Guru-guru senantiasa  meningkatkan kapasitas dan kapabelitas dalam rangka peningkatan kualitas madrasah bapak/ibu  apa lagi kefepanya kita harus mengunakan kurikulum merdeka belajar,“ pesanya.

Sebelum acara ditutup dilanjutkan dengan bincang sanatai seputar pentingnya setiap madrasah mengunakan teknologi digital palagi diera distrubsi seperti sekarang ini.(hid/Sua).