Tiga Pejuang Prestasi MTs Negeri 1 Banjarnegara Raih Medali Dari Ajang Olimpiade Sains Pemuda Indonesia

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Banjarnegara–Kompetisi mapel online terus menjadi ajang perlombaan yang diikuti oleh sebagian besar siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ini dilakukan dalam upaya meningkatkan capaian prestasi peserta didik madrasah yang oleh kantor wilayah kementerian agama provinsi Jawa Tengah terus dipantau dan dijadikan media kompetisi prestasi antar madrasah se-Jawa Tengah.

Salah satu ajang yang baru diikuti oleh siswa-siswi pejuang prestasi MTs Negeri 1 Banjarnegara adalah Olimpiade Sains Pemuda Indonesia yang diselenggarakan oleh Event Cerdas Nusantara. Guru pembimbing melaporkan hasil keikutsertaan siswa Madtsansa di ajang tersebut pada Kamis (4/5) dengan hasil 3 siswa Madtsansa berhasil meraih medali untuk mata pelajaran Biologi.

Tiga pejuang prestasi Madtsansa yang berhasil mempersembahkan medali tersebut adalah Salsabila Araya Ningrum yang meraih medali perak dan Khalilul Fahmi Al Fatimu serta Mohammad Syafiq El Zafran  yang keduanya meraih medali perunggu.

Novia Fajriati Alqomar, guru pembimbing mata pelajaran IPA Madtsansa mengaku bangga dan bersyukur atas capaian siswa-siswi bimbingannya.

“Tiga pejuangku ini memang luar biasa…mereka tak pernah lelah ikut berbagai kompetisi. Antusias mereka juga nampak saat pembelajaran di kelas. Sangat membanggakan. Semangat mereka menjadi energi karena hasil dari apa yang mereka perjuangkan insya Allah akan sepadan. Semoga semangat perjuangan mereka tak akan pernah padam,” ucap Novia Fajriati Alqomar antusias.

Salsabila Araya Ningrum, siswa kelas VIII B unggulan menulis MTs Negeri 1 Banjarnegara peraih medali perak di ajang Olimpiade Sains Pemuda Indonesia ini mengaku bersyukur dan tidak pernah akan  berpuas diri dalam berkompetisi.

“Alhamdulillah, kali ini berhasil meraih medali perak. Semoga akan terus meningkat. Saya juga tidak akan berpuas diri meski setiap pekan berhasil meraih medali. Saya percaya, ini akan memberikan kebaikan,” ujar Salsabila di ruang kelasnya.

Sementara menurut Mohammad Syafiq El Zafran yang meraih medali perunggu di ajang ini mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada guru pembimbing yang telah sabar membimbing.

“Sangat bersyukur masih bisa mendapatkan medali perunggu. Biologi materinya sangat luas, dan saya sadar masih perlu banyak belajar. Semoga di kompetisi berikutnya hasil capaian saya dan Al meningkat,” kata El Zafran yang merupakan siswa kelas VIII A unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara kalem. (Fy/rf)