Bimbingan Rohani Pasien Rumah Sakit, Bentuk Layanan Proses Penyembuhan.

Wonogiri – Salah satu tugas Kementerian Agama adalah memberikan pelayanan dan bimbingan kepada semua umat beragama sesuai dengan keyakinannya, termasuk bagi pasien rumah sakit. Untuk itu di tahun 2019 ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri kembali di beri mandat dan kepercayaan untuk melakukan bimbingan rohani bagi pasien yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso, Kab. Wonogiri, dengan menugaskan ASNnya.

Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri, H. Haryadi, saat di temui di ruang kerjanya, Senin, (04/02), menyampaikan bahwa Kankemenag Wonogiri tahun kembali menugaskan 7 orang  yang dinilai mampu memberikan bimbingan kerohaniaan kepada pasien, masing masing pembimbing melaksanakan pelayanan seminggu sekali, setiap hari Kamis sesuai dengan agama pasien.

“Kerjasama sosial tersebut merupakan wujud konkrit Kemenag dalam rangka memberikan pelayanan spiritual bagi pasien yang membutuhkan. Mengingat Kementerian Agama adalah instansi pemerintah yang menjalankan tugas pokok untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kehidupan beragama kepada seluruh umat beragama, termasuk orang sakit,” jelas Haryadi.

Adapun seperti tahun-tahun sebelumnya, ASN  yang di beri tugas antara lain H. Haryadi, H. Mursyidi dan Wahidin untuk agama Islam. Daryatno untuk agama Kristen, Antonius Sukatno untuk agama Katolik, Slameto untuk agama Hindu dan Eny Lestari untuk agama Buddha.

Bimbingan kerohanian ini merupakan penguatan bagi pasien rawat inap agar pasien lebih memahami arti dan makna hidup serta menambah spirit pasien. Utamanya pendekatan hati dan agama, untuk meningkatkan rasa percaya diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai pendorong dalam proses penyembuhan.

Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, Kab. Wonogiri, Setyarini menyampaikan bahwa, selain untuk memenuhi standar pelayanan, kebijakan tentang pelayanan kerohanian merupakan salah satu faktor untuk membantu proses kesembuhan dari pasien yang dirawat adalah dengan mengobati dari sisi rohaninya.

“Bimbingan mental serta kerohanian sangatlah penting, sebagian dari kita tentunya pernah mengalami bagaimana rasanya bila sedang di rawat di RS. Terlebih lagi dalam waktu yang lama, tentu perasaan kita sangat tidak nyaman, dan perlu tambahan semangat,” imbuh Setyarini.(Mursyid-Heri/Sua).