Bimwin, Peran Kemenag Tekan Pertumbuhan HIV/ AIDS

Purbalingga – Penyakit HIV/ AIDS tidak ditularkan melalui makan dan minum bersama, memakai peralatan makan/ minum mereka, bersentuhan, berjabat tangan, berpelukan, hidup serumah dengan penderita, menggunakan WC/toilet bersama, berenang bersama, bergantian pakaian, handuk, sapu tangan dan hubungan sosial lainnya termasuk gigitan serangga. Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Puskesmas Bojong, dr. Devvy Herawati Silayuningsih kepada para peserta kegiatan Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Angkatan XII Tahun 2018 di Aula Uswatun Khasanah, Jumat (16/11).

“Infeksi HIV ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh manusia. Beberapa cara yang berisiko menularkan HIV di antaranya: hubungan seks tidak aman, transfusi darah yang mengandung HIV atau melalui alat suntik atau alat tindakan medis lain yang tercemar HIV. Termasuk para pengguna narkoba yang melakukan suntik bergantian juga berisiko tertular HIV,” jelas dr. Dewy.

HIV juga menular dari ibu ke bayi pada saat kehamilan, persalinan, dan ketika menyusui. Atau disebut  MTCT (Mother To Child Transmition). Pada hubungan seks tanpa kondom, HIV menular dari darah orang yang terinfeksi, air mani atau cairan vagina langsung ke aliran darah pasangannya, atau melalui selaput mukosa yang berada di bagian dalam vagina, penis atau dubur.

“Setelah seseorang terinveksi HIV, dia terlihat biasa saja seperti halnya orang lain karena tidak menunjukkan gejala klinis. Tetapi orang tersebut bisa menularkan virus HIV melalui penularan cairan tubuh baik itu darah, sperma, cairan vagina, maupun ASI. Hal ini bisa terjadi selama 5-10 tahun,” paparnya.

Setelah itu orang tersebut mulai menunjukkan kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh setelah terinfeksi. Ini terjadi karena kekebalan tubuh tidak optimal lagi dalam mengatasi berbagai serangan penyakit lain yang masuk.

Kepada para peserta Devvy pun menganjurkan para Catin untuk tidak berganti-ganti pasangan, berhubungan seks yang sehat dan aman serta mengikuti tuntunan hidup terbaik yaitu agama Islam.

“Oleh karena itu pedoman terbaik dalam mencegah penularan penyakit ini adalah hidup mengikuti tuntunan Alquran dan Sunnah yaitu Alhadits,” pungkasnya.  (sar/gt)