Budaya Cium Tangan Salah Satu Penerapan Pendidikan Karakter

Purbalingga – Bertempat di halaman MI Ma’arif NU 1 Sokanegara, Senin yang lalu Ketua Pengurus Madrasah, Tarwan melakukan pembinaan pendidikan karakter. Di hadapan dewan guru dan para siswa RA serta MI, ia menyampaikan pentingnya budaya cium tangan saat berpamitan. Hal tersebut disampaikan kontributor berita kecamatan Kejobong, Dwi Yuliana, Selasa (18/12).

“Cara cium tangan yang benar saat berpamitan dengan orang tua atau bapak ibu guru, tangan didekatkan ke hidung, bukan ke dahi atau pipi,” jelasnya.

Tarwan pun mengajak para siswa untuk mempraktekan cara cium tangan yang benar dengan memberi kesempatan kepada beberapa siswa untuk maju.

“ Pak/ Bu saya berangkat sekolah, doakan supaya mendapat ilmu yang bermanfaat”. Demikian ungkapan yang disampaikan Tarwan saat mengajari 4 orang anak yang maju ke hadapannya.

Selain itu Tarwan pun berpesan agar para siswa mempraktekkan budaya cium tangan tersebut setiap hari. Karena selain berpahala, budaya cium tangan menunjukkan perwujudan rasa hormat anak terhadap orang tua.

Dihubungi secara terpisah, guru kelas 3, Artati menyampaikan pendapatnya. Menurutnya hal tersebut adalah sesuatu yang baru.

“ Kegiatan seperti ini baru pernah dilaksanakan, biasanya pembinaan oleh Ketua Pengurus dilaksanakan saat rapat. Tetapi kali ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan upacara bendera,” ungkap Artati.

Artati menambahkan yang menarik dalam kegiatan tersebut, Tarwan selaku Pembina upacara juga memberi penghargaan kepada para siswa yang berani maju dan mempraktekkan cara cium tangan yang benar.

Awalnya Takut

Salah satu siswa yang mendapat penghargaan, Bilqis (kelas 3) menyampaikan, awalnya ia merasa takut untuk maju karena disaksikan banyak orang. Namun menurutnya akhirnya ia memberanikan diri untuk maju. Dengan pengalamannya yang tidak akan terlupakan tersebut ia bertekad akan mempraktekan budaya cium tangan saat berpamitan kepada kedua orang tuanya dengan cara yang benar. (dwi_sar/gt)