Bupati Harapkan Masjid Menjadi Tempat Yang Menyejukkan

Karanganyar – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengharapkan agar masjid dapat menjadi tempat yang menyejukan umat, menentramkan serta memberikan suasana batin yang terasa enak agar dapat menciptakan kerukunan di lingkungan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati saat pengajian akbar dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj 1438 H di pelataran Masjid Agung Kabupaten Karanganyar, (21/04).

“Saya berkeinginan masjid betul-betul menyejukkan umat, tentram dan suasana batin terasa enak. Selain itu juga menciptakan kerukunan lingkungan”, kata Juliyatmono.

Bupati Karanganyar juga mengatakan agar masjid tetap memperhatikan lingkungan sekitar, harus memberikan manfaat bagi sekitarnya agar kesejahteraan di lingkungannya juga meningkat.

“Namun jangan sampai masjid bangunan megah, tapi tidak memperhatikan lingkungan sekitar, ada yang miskin dibiarkan saja. Itu tidak boleh. Selain itu Masjid harus menghadirkan kesejukan, bersih, sehat dan dapat dikelola dengan baik,” tambah Bupati.

Selain Bupati, pada acara pengukuhan itu, tampak hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Kepala Kemenag, Musta’in Ahmad serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan, melalui Baznas Kabupaten Karanganyar setiap bulan, lima orang per desa memberikan bantuan sembako, seumur hidup, kepada lansia. Program itu bernama Natura.

Selain Pengukuhan DMI Karanganyar Periode 2017-2022, di acara itu juga dirangkai dengan Sarasehan Baznas. Sedangkan perolehan Zakat sampai dengan 21 April 2017, telah mencapai Rp. 883 juta. Sebagian perolehan itu untuk memberikan bantuan berupa tasyaruf bea siswa, modal, rehab rumah, dan bantuan sosial.

Bersamaan dengan pengukuhan pengurus DMI, dilaksanakan juga pembukaan Sekolah Manajemen Masjid dengan jumlah pendaftar sekitar 320 orang, berlangsung dari 24 April 2017 hingga 14 Juli 2017. Pada tahap pertama, Panitia kegiatan hanya menerima 100 orang peserta dari berbagai takmir masjid di Kabupaten Karanganyar. Sekolah tersebut diisi berupa materi kajian dari puluhan narasumber.

Di tempat terpisah Kepala Kemenag mengapresiasi terobosan DMI yang bekerja sama dengan BAZNAS dalam mengadakan sekolah manajemen masjid. Menurutnya hal tersebut sangat bermanfaat bagi takmir dalam mengembangkan masjid yang dikelolanya.

“Melihat banyaknya peserta sekolah manajemen masjid, jelas bahwa masyarakat sangat antusias terhadap pengembangan masjid yang dikelolanya. Ini juga menandakan bahwa tingkat keagamaan di Kabupaten Karanganyar semakin hari semakin baik”, kata Musta’in. (ida-hd/wul)