Demi Kelancaran Pemulangan, Jemaah Dihimbau Tidak Membawa Zamzam di Koper

Boyolali – Seperti dilansir dari website Kementerian Agama Republik Indonesia, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Noor Badi menegaskan bahwa proses check in pemulangan jemaah haji Indonesia pada tahun 2016 akan langsung dilakukan di bandara. Sehingga proses city check in seperti yang dilakukan pada tahun sebelumnya sekarang ditiadakan.

“Untuk proses pemulangan jemaah haji akan berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini check in pemulangan tidak akan ada city check in seperti biasanya yang dilakukan di Madinatul Hujaj. Tapi check in kita langsung di bandara,” tegas Noor Badi yang juga menjabat Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di ruang sekretariat, Minggu (04/09).

Madinatul Hujaj adalah nama tempat di Jeddah yang selama ini digunakan untuk melakukan proses city check in. Di situ, dilakukan proses pemeriksaan barang bawaan atau koper jemaah haji Indonesia sehari sebelum keberangkatan untuk mengecek apakah ada barang yang tidak diperkenankan masuk bagasi ataukah tidak. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, banyak koper jemaah yang berisi air zamzam dan karenanya harus dibongkar untuk dikeluarkan.

“Tentu dengan check in di bandara, waktu kita tidak bisa lebih lama dibanding kalau city check ini seperti yang lulu-lalu. Karena itu, sekali lagi saya mengimbau jamaah kita agar jangan membawa barang-barang yang dilarang, utamanya adalah air yang ditaruh di bagasi. Karena ini semua sangat membahayakan bagi penerbangan sehingga perlu untuk senantiasa kita tekankan untuk jangan dibawa,” kata Dirjen.

Proses pemulangan jemaah haji Indonesia akan mulai berlangsung pada 17 September 2016 atau 15 Dzulhijjah 1437H mendatang. Sementara prosesi haji akan berakhir pada 14 September bagi yang mengambil nafar awal dan 15 September (menginap di Mina sampai 12 Dzulhijjah) bagi yang mengambil nafar tsani (menginap di Mina sampai 13 Dzulhijjah). Artinya, selesai prosesi haji, jemaah haji Indonesia yang akan pulang pada kloter-kloter awal, sudah harus melakukan persiapan pemulangan.

“Soal pemulangan, saya tekankan sekali lagi adalah mengenai barang bawaan. Utamanya ini yang kemudian acap kali menjadi penyebab dari tertundanya keberangkatan, yakni jangan sekali-kali membawa benda-benda cair dalam tas, tegas Abdu Djamil.
Menurutnya, setiap jemaah haji akan memperoleh Zamzam sebanyak 5 liter. Jadi kalau ingin menambah kemudian dimasukan tas ini akan menghambat proses pemulangan kita,” katanya