Farhani : Animo Masyarakat terhadap Rekruitmen CPNS di Kemenag Tinggi

Semarang – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani meneguhkan komitmen para aparatur sipil negara (ASN) pada jajarannya dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama, baik program dan kebijakan yang ada di pusat untuk dapat diimplementasikan hingga ke kabupaten/ kota se-Jawa Tengah.

Terlebih dalam menindaklanjuti program nasional yang dalam waktu dekat wajib terlaksana yakni rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS)

“Setelah moratorium CPNS yang dijalankan sejak 2012, akhirnya tahun 2018 ini moratorium terhadap kebutuhan CPNS diakhiri, terbukti tahun ini dibuka seleksi pengadaan CPNS dibuka serempak secara nasional,” kata Farhani saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Ketatausahaan Jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Aula Hotel Grasia, Rabu (17/10).

Sejak awal dibuka pendaftaran secara online hingga ditutup pada hari Senin tanggal 15 Oktober 2018, ketertarikan masyarakat untuk diangkat sebagai CPNS sangat tinggi sekalipun masih banyak lagi sebagian masyarakat tidak dapat mengikutinya dikarenakan faktor usia yang tidak memenuhi persyaratan.

“Perhatian pemerintah dalam rangka memberikan peningkatan kesejahteraan kepada para PNS, kian tahun kian terasa baik melalui tunjangan kinerja bagi para pegawai maupun tunjangan profesi bagi guru/ dosen, menjadi hal yang seksi bagi masyarakat, sehingga menjadikan animo masyarakat untuk dapat diterima sebagai CPNS sangat tinggi,” papar Kakanwil.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kuota Jawa Tengah terbagi atas 10 formasi untuk Jabatan Fungsional Umum (JFU) dan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) sedangkan 826 formasi untuk guru satuan kerja madrasah yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Setelah penutupan pendaftaran secara online Senin (15/10) jumlah yang terdaftar sebanyak 19,408 pelamar.

“Jawa Tengah mendapatkan 35 jenis formasi dengan jumlah kuota sebanyak 836, adapun formasi yang paling banyak diminati formasi Penyuluh Agama dengan perbandingan 1:390, sedangkan yang kurang peminatnya formasi Guru Prakarya dan Kewirausahaan dari kuota 12 yang tersedia jumlah pelamar hanya 9,” ungkapnya.

Dalam proses rekruitmen CPNS tahun 2018 ini, ada 3 prinsip dasar yang digunakan dalam penyeleksian terhadap prasyarat CPNS yang dibutuhkan yakni kompetensi, komitmen keagamaan dan komitmen kebangsaan.

“Komitmen kita terkait kebutuhan CPNS setidaknya harus terjawab dengan pemenuhan 3 prinsip dasar, yakni CPNS tersebut harus memiliki standar kompetensi sesuai dengan formasi yang dibutuhkan, CPNS dimaksud tidak terlibat dengan aliran keagamaan yang radikal dan CPNS dimaksud memiliki faham kebangswaan yang kuat selaras dengan NKRI,” tegas Kakanwil.  

Mengakhiri bahasan terkait CPNS, Kakanwil berpesan kepada 35 Kepala Kantor dan  Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah untuk berkomitmen dalam pelaksanaan rekruitmen CPNS tahun 2018 secara transparan dan bebas dari korupsi, kolusi & nepotisme (KKN). (gt/gt)