FKPAI KUA Kecamatan Kutowinangun Adakan Pelatihan Jurnalistik Dan Sosialisasi UU ITE

Kebumen – Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam FKPAI KUA Kecamatan Kutowinangun mengadakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi Undang – undang Informasi Dan Transaksi Elektronik UU ITE, Sabtu, (23/10).

Pelatihan di laksanakan di Komplek Pondok Pesantren Ikhsan Annawawi Asuhan KH. Sonhaji di Desa Babadsari Kecamatan Kutowinangun satu hari setelah Hari Santri ke 7. Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari perwakilan para santri dan beberapa perwakilan Ormas seperti Badan Otonom NU di Tingkat MWC seperti Muslimat NU, Fatayat NU,GP Anshor tampak antusias mengikuti pelatihan.

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menggugah semangat generasi muda khusunya santri di Era Mileneal untuk bisa mewarnai dunia medsos dengan kreatifitasnya dan memiliki kemampuan  menulis berita‚ artikel atau informasi yang baik dan bermanfaat  berdasarkan kaidah jurnalistik yang benar yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Gofar Ismail Penyuluh Agama Islam Kutowinangun.

Senada dengan hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Kutowinangun H. Amin Widodo sangat mendukung akan gagasan Pelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi UU ITE ini, dia berharap para peserta bisa memberikan warna positif dunia medsos yang sekarang ini sangat penuh dengan dengan berbagai informasi baik negative maupun positif. “Harapan saya para peserta nantinya dapat memberikan warna positif dengan informasi yang bermanfaat,” tandasnya.

Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Sosialisasi UU ITE menghadirkan tiga Narasumber yakni Agus Tubadji seorang Advocad yang menjelaskan tentang UU ITE yang mengatur tentang hal hal yang tidak di perbolehkan dalam menulis berita dan ancaman bagi yang melanggarnya. Narasumber berikutnya adalah Syarif Hidayat seorang wartawan dari Media Masa sorot yang menjelaskan tentang teknik dasar penulisan berita atau artikel 5 W + 1 H.

Menurut syarif Hidayat salah satu sarat menulis berita adalah paham tentang EYD‚ banyak membaca untuk memperbanyak perbendaharan kata dan mencari Narasumber yang berkapasitas dan berintegritas.

Untuk Narasumber yang ketiga yaitu Imam wahyudi, wartawaan dari media masa Exspres kebumen yang menjelaskan tentang teknik wawancara . Menurutnya sebuah berita tidak akan muncul tanpa adanya Narasumber, dan wartawan tidak boleh menulis berita tanpa narasumber.

“Kunci mewawancarai narasumber adalah dengan membuat yang di wawancarai nyaman sehingga data yang digali didapat dengan maksimal dan akurat,” ujar Wahyudi.(fz).