500 Siswa MTsN1 Pati Ikuti Vaksinasi Covid-19

Gandeng Dinas Kesehatan Pati, 500 Siswa MTsN1 Pati Ikuti Vaksinasi Covid-19

Pati – Sebanyak 500 siswa MTsN 1 Pati medapatkan suntikan vaksinasi covid-19 oleh Puskesmas Winong 1 pada Rabu (6/10). Vaksinasi dilakukan secara bergiliran dengan pembagian kelas guna menghindari kerumunan dan tetap menerapkan prokes secara ketat. Adapun siswa yang boleh divaksin adalah berusia 12 tahun, jika kurang dari itu maka tidak diperbolehkan.

Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan setempat yang telah memberikan bantuan vaksinasi kepada siswa-siswi. “Terimakasih kepada pihak Puskesmas Winong I. Semoga ikhtiar lahir ini memberikan barokah kepada kita semua dalam rangka pencegahan covid-19 terutama di MTsN 1 Pati yang telah melaksanakan PTM Terbatas,” ujarnya.

Proses pelaksanaan vaksinasi berlangsung lancar dan tertib. Anak datang dengan membawa persyaratan, seperti fotokopi Kartu Keluarga. Mereka  dibariskan terlebih dahulu di green hall MTsN 1 Pati dengan tujuan agar tetap menjaga jarak. Setelah itu, anak diarahkan menuju tempat pendaftaran kemudian dilakukan screening atau pemeriksaan kesehatan. Jika dinyatakan lolos oleh petugas, maka anak-anak dapat langsung divaksin dan mendapatkan kartu vaksin.

Kepala Puskesmas Winong I, Muhadi, menyatakan bahwa kegiatan vaksinasi yang dilakukannya  bekerjasama dengan Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas) Wilayah Pati. Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi vaksinasi di bidang pendidikan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. “Vaksinasi ini kami bekerjasama dengan Balkesmas, dengan harapan pada pembelajaran tatap muka terbatas di MTsN 1 Pati ini tidak terjadi cluster,” terangnya disela-sela pelaksanaan vaksinasi berlangsung.

Ia menjelaskan vaksin yang diberikan merupakan jenis sinovac dan aman bagi anak. Saat ditanya mengenai vaksinasi siswa secara keseluruhan, ia mengatakan pihaknya akan mengusahakan seluruh siswa akan mendapatkan vaksinasi selama persediaan masih ada. “Insya Allah yang belum mendapatkan hari ini akan diusahakan dengan syarat selama persediaan masih ada. Yang harus diketahui, semua jenis vaksin itu aman, yang membedakan hanya efeknya saja,” jelas Muhadi. Ia pun mengajak kepada seluruh siswa maupun masyarakat agar melakukan vaksinasi karena dapat meningkatkan proteksi diri. Selain itu, ia menghimbau setelah vaksinasi untuk tidak abai prokes.

Sementara itu, salah satu siswa, Ilma, juga mengajak kepada teman-temannya untuk jangan takut melakukan vaksinasi. “Ayo vaksin, jangan takut karena tidak sakit, seperti digigit semut,” ucapnya. (TiM/at)