Gebyar Milad MAN 2 Surakarta Meriah dan Berkah

Surakarta – Gebyar Milad MAN 2 Surakarta ke-27 tahun ini, digelar begitu meriah dan berkah.Berbagai even ditampilkan, mulai reuni MAN 2 angkatan 1992-1997, PGAN angkatan 1991,  Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), Musabaqah Khattil Qur'an (MKQ) dan Story Telling tingkat SMP dan MTS se-Solo Raya.

Selain itu, ditampilkan juga kegiatan yang menyedot banyak pengunjung, seperti Jalan Sehat, bazar Kuliner, Expo Pendidikan dengan mengundang perguruan tinggi se Jawa Tengah baik negeri maupun swasta, dan puncaknya diadakan Pentas Seni dari siswa-siswi yang menampilkan kreasi seni yang beraneka ragam baik nasional maupun daerah, di halaman madrasah, Sabtu (26/01).

Kepala MAN 2 Surakarta,Nuri Hartono mengatakan, agenda milad ini baru pertama kali diadakan, selama menjabat kepala MAN 2 Surakarta, atau sebelumnya, memang belum pernah diadakan. Beliau berharap agar agenda ini dekemas dalam nuansa PPDB. Dirinya memberikan apresiasi yang luar biasa khususnya kepada bapak ibu panitia, juga tidak lupa kepada para alumni yang memberikan dukungan penuh pada kegiatan tersebut.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada Komite MAN 2 Surakarta, karena tanpa dukungan komite maka kegiatan-kegiatan yang ada di MAN 2 Surakarta tidak akan lancar,” ungkap Nuri.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Zarkasi, Kasi Pendidikan Madrasah mengingatkan, di usia 27 tahun adalah masa produktif, masa berkembang, dan kuat. Maka, MAN 2 Surakarta dalam usia 27 adalah masa baru kuat-kuatnya berkembang dan maju.

Sementara itu, ketua panitia Milad ke 27 MAN 2 Surakarta, Sugiyono, dalam rilisnya mengatakan bahwa digelarnya milad tersebut untuk mengedukasi kepada seluruh elemen MAN 2 Surakarta, berkaitan dengan sejarah MAN 2 Surakarta.

Adapun wujud berkah dari gelaran milad ini adalah banyaknya hadiah yang dibagikan kepada peserta, melalui undian, padahal rencana sebelumnya madrasah hanya menyediakan hadiah yang sederhana.

Dari para alumni, misalnya 7 sepeda, tiga diantaranya, diperuntukkan bagi siswa yang ekonominya dibawah rata-rata. Kemudian  beberapa bingkisan seperti kompor gas, dispenser, blender, magic com, kipas angin dan lain – lain.

“Semula dari panitia hanya akan memberikan dooprize hasil dari dana gotong Royong dari Bapak ibu guru dan karyawan MAN 2 Surakarta.  Namun sangat mengejutkan dooprize datang dari berbagai angkatan alumni, bahkan lembaga Bimbingan yang telah menjadi rekanan MAN 2 Surakarta pun ikut berpartisipasi,” beber Nuri Hartono. (giyono_rma/gt)