Semarang (Humas) — Penyuluh Agama Buddha Provinsi Jawa Tengah menghadiri undangan sebagai narasumber dan moderator dalam program Mimbar Agama Buddha yang disiarkan di TVRI Jawa Tengah pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penyebarluasan nilai-nilai Dhamma kepada masyarakat melalui media televisi publik.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah penyuluh Buddha Jawa Tengah hadir membawakan berbagai tema yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan momentum Hari Raya Waisak. Priyatiningsih bersama Rendayani membahas tema “Waisak Momentum Transformasi Batin”, yang mengajak umat untuk menjadikan Waisak sebagai sarana introspeksi dan perubahan diri menuju kehidupan yang lebih bijaksana dan penuh kasih.
Selanjutnya, Yayuk Sri Rahayu dan Candra Sri Hartanto mengangkat tema “Membangun Keyakinan”, yang menekankan pentingnya keyakinan yang disertai pemahaman dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi berikutnya, Wahyudi bersama Martini menyampaikan materi bertema “Upavasa atau Puasa dalam Buddhisme”. Tema ini menjelaskan makna pengendalian diri, kesederhanaan, dan latihan spiritual dalam tradisi Buddhis sebagai bagian dari pembinaan moral dan batin.
Sementara itu, Subha Ariya Sena dan Ade Retno Purwati membawakan tema “Bahagia Itu Sederhana”, yang mengajak masyarakat untuk menemukan kebahagiaan melalui rasa syukur, kepedulian, dan kehidupan yang seimbang.
Selain para penyuluh, kegiatan tersebut juga didampingi oleh staf Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, yakni Eka Putu Agy Wijayanto dan Parindrastana. Kehadiran keduanya merupakan bentuk dukungan dan pendampingan kepada para penyuluh dalam melaksanakan tugas pelayanan serta penguatan pembinaan umat Buddha di ruang publik.
Kegiatan ini terlaksana sesuai arahan Pembimas Buddha Jawa Tengah, Karbono, sebagai bagian dari penguatan peran penyuluh agama Buddha dalam menyebarkan pesan-pesan moderasi, kedamaian, dan nilai-nilai spiritual kepada masyarakat luas melalui media massa.
Melalui program Mimbar Agama Buddha di TVRI Jawa Tengah ini, diharapkan nilai-nilai Buddhis yang universal dapat semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh kebajikan.









