Guru Harus Melek Perkembangan IT

Temanggung – Sesuai keputusan Direktorat  Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI no 3525 tahun 2017 tentang Penetapan Madrasah Pelaksanan Kurikulum 2013 tahun 2017/2018 maka Madrasah diharuskan sudah melaksanakan kurikulum 2013 di satuan pendidikan masing masing.

Akan tetapi masih banyak madrasah ibtidaiyah yang belum siap untuk melaksanakannya, hal ini disebabkan karena belum adanya Bimtek Kurikulum 2013 bagi para Guru. Disamping itu juga belum adanya pemenuhan buku sumber yang relevan.  Menyadari hal tersebut Kelompok kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Pringsurat selama empat hari mulai tanggal 18 s.d 21 Desember 2017 menyelenggarakan Bimtek K13 di MI Mathlaul Anwar Pingit yang  diikuti guru kelas 1 dan 4 utusan dari Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Pringsurat,  dengan narasumber Titik Nuraniyah (Pengawas SD Kecamatan.Bulu ) dan Nur Makhsun Pengawas Kecamatan Pringsurat.

Dalam sambutan pembukaan Nur Makhsun,  menyampaikan bahwa Madrasah  di lingkungan Kementerian Agama harus mempunyai semangat dalam mengimplementasikan K13 walaupun ditengah keterbatasan sumbardaya dan sumberdana. Guru harus bisa belajar secara mandiri dan dapat beradaptasi dengan berbagai perkembangan informasi dan teknologi. Kurikulum 2013 menuntut guru untuk meningkatkan kreatifitas dan berinovasi agar peserta didik mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan diberlakukannya K13.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pendidik harus mampu memahami kurikulum dan dapat mengimplementasikannya pada proses pembelajaran. Kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh pihaknya ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan pada madrasah, untuk dapat merubah mindset atau cara pikir paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru.

“Kita harapkan  terwujudnya guru yang profesional dengan memiliki kompetensi baik pedagogik, personal, profesional dan juga sosial. Sehingga dapat mengimplementasikan hasil yang di dapat dalam kurikulum yang dipergunakan ini dengan cara atau nuansa baru bagi dunia pendidikan guna mewujudkan generasi yang memiliki rasa percaya diri dengan berani tampil, terampil serta dapat menumbuhkan kreativitas dan berakhlakul karimah, “ ujarnya.

Selain itu, beliau menyampaikan, bahwa bimbingan teknis ini juga dapat meningkatkan pemahaman, penguasaan dengan berbagai modul pembelajaran secara kreasi dan inovatif, pungkasnya. (nm/sr/Af)