Guru Kelas Enam Harus Jeli dan Cermat

Temanggung – Sebanyak 24 orang guru kelas enam Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Ngadirejo dan Jumo mengikuti kegiatan pembimbingan bedah kisi-kisi USBN tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, (21/02) bertempat di MI Al Iman Ganduwetan Ngadirejo.

Dalam pembimbingan tersebut, Sri  Yatun, pengawas MI di Kecamatan Ngadirejo dan Jumo menyampaikan bahwa dua tahun terakhir ini, kisi-kisi USBN SD/MI yang  tiga  mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA berbeda dengan model kisi-kisi tahun sebelumnya. Guru kelas enam dituntut untuk jeli dan cermat dalam membidik kisi-kisi soal dari kisi-kisi USBN yang dikeluarkan oleh BSNP. Kisi-kisi USBN SD/MI tahun 2019 yang dikeluarkan oleh BSNP berupa level kognitif dan lingkup materi ujian irisan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.

Berdasarkan Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0297/SKEP/BSNP/XI/2018 tentang kisi-kisi Ujian Sekolah Berstandar Nasional SD/MI sederajat adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal USBN yang disusun berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, dan kurikulum yang berlaku.

Lebih lanjut dalam pembimbingan tersebut, Sri Yatun juga menyampaikan, bahwa guru kelas enam disamping harus  memahami betul level kognitif yang terdiri dari pemahaman, aplikasi, penalaran serta lingkup materi USBN, mereka juga diharapkan mampu mengembangkannya dalam bentuk kisi-kisi yang sudah ada indikator soal yang berorientasi pada penalaran atau Higher Other Thinking Skill ( HOTS ). Harapannya, guru mampu menyusun soal untuk latihan ujian berdasarkan kisi-kisi USBN dari BSNP.

Melalui bedah kisi-kisi USBN tersebut guru akan lebih mudah dalam memberikan pendalaman materi ujian. “Materi yang diberikan akan lebih terukur, fokus dan mudah dicerna anak,” ungkapnya. Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 13.00, semua guru mengikuti dengan antusias. (sytn/Wul)