Guru PAI Harus Siap Meningkatkan Kompetensinya

Batang – Kondisi zaman berjalan dengan cepat, kondisi apapun telah berubah sesuai dengan perputaran waktu dengan kehidupan manusia, apalagi dunia pendidikan sungguh luar biasa perkembangannya, kalau guru PAI tidak mau dan mampu mengikuti  dan menelaah perkembangan tersebut, sungguh akan tergilas oleh perputaran tersebut. Tuntutan guru PAI tidak hanya sebagai parsial namun ternyata universal, kalau guru  PAI tidak ingin ketinggalan terhadap tuntutan tersebut maka mau tidak mau harus mampu meningkatkan kompetensinya , hal itulah yang melatar belakangi penyelenggaraan workshop dengan tajuk peningkatan kompetensi guru PAI tahun 2018 ini, kata Kasi Pais Kemenag Kab Batang disela-sela kegiatan tersebut di hotel Sahid Mandarin Kota Pekalongan pada Kamis (29/09) kemarin.

Lebih Lanjut Slamet Kasi Pais Kemenag Kab. Batang menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menggugah pada guru PAI untuk selalu mengembangkan daya kreasinya sehingga mempertajam kompetensinya .

“Tujuan kegiatan ini adalah bahwa guru PAI tidak boleh berjalan ditempat dengan ungkapan sak onone, opo anane, yo wis koyo kiye,  juga untuk  meningkatkan gairah dalam menelaah zaman dengan menelisik perkembangan ilmu pengetahuan, selain itu kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali penguasaan para guru PAI terhadap perkembangan dirinya dalam menguasai perangkat pendidikan secara universal”, tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa output  yang segera diinginkan  adalah bagaimana guru PAI in imampu menjadi uswatun khasanah dalam semua aspek karena guru PAI hakekatnya penyambung dakwah Rasulullah melalui dunia pendidikan.

Sementara itu Kepala Kantor Kemenag Kab. Batang Kudaifah dalam sambutan pembukaanya menyampakan masalah yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi guru PAI, menurutnya guru PAI harus mengacu pada Al quran sebagai pedoman seorang muslim apalagi seorang murabbi (pendidik).

“Berkaitan dengan peningkatan kompetensi para guru PAI, mau tidak mau harus mengacu pada Al Quran sebagai pedoman hidup seorang muslim, dan seyogyanya memahami tentang tiga kompetensi diantaranya adalah kompetensi Ilmiyah, kompetensi khuluqiyah dan kompetensi jasmaniyah”, katanya.

Secara jelas dia mengatakan bahwa kompetensi ilmiyah itu berarti guru PAI harus meningkatkan penalaran dan pemahaman terhadap materi dan metode yang akan diajarkan pada anak didiknya, kompetensi khuluqiyah berkaitan dengan aspek penghayatan sang guru terhadap materi yang diajarkan, meskipun abstrak karena berhubungan dengan hati namun refleksinya akan muncul pada perilaku akhlakul karimah sedangkan kompetensi jasmaniyah berkaitan dengan fisik yang sehat baik laih maupun batin.

Adapun sebagai pemateri dalam kegiatan workshop ini adalah Dr. Syaefuddin Juhri Kepala Biro Administrasi Umum Akademik Kemahasiswaan (AVAK)  IAIN Pekalongan yang mengupas tuntas tentang macam-macam kompetensi baik kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesionaal maupun kompetensi sosial. (Zy/rf)