H. Subadi : Gencarkan Internalisasi Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Aalami Melalui Kegiatan Rohis

Wonogiri – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri  menyelenggarakan kegiatan Workshop Wawasan Islam Rahmatan Lil’alamin dalam Perspektif Multi Kultural bagi Pengurus Rohis tingkat SMA-SMK se Kabupaten Wonogiri, Selasa (25/04) bertempat di Hotel Cendrawasih Wonogiri yang di ikuti oleh 40 orang pengurus Rohis.

Kegiatan di buka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, H. Subadi di dampingi Kasi PAKIS, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kementerian Agama secara konsisten terus-menerus berupaya menekan dan menangkal berkembangnya pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Salah satunya  dengan menggencarkan upaya internalisasi nilai-nilai Islam rahmatan lil a’alami melalui  kegiatan Rohis (Rohani Islam) di Sekolah.

Untuk itu kegiatan tersebut menurut Subadi di harapkan dapat menggali potensi dan meningkatkan pengetahuan wawasan Islam rahmatan lil’alamin pada siswa SMA dan SMK di Kota Gaplek yang merupakan pengurus kerohanian dan keislaman (Rohis) di sekolah masing-masing

Mengingat keberadaan Rohis (Rohani Islam) merupakan komponen organisasi siswa intra sekolah atau OSIS dan berperan dalam membangun suasana budaya agamais. Rohis juga telah berperan dalam menyiarkan kegiatan keagamaan di berbagai sekolah. Kegiatan yang digelar Rohis di antaranya berupa tahfizdul quran, kajian, khutbah jumat dan kegiatan lain.

Di tambahkan, bahwa sebagai upaya untuk mencegah berkembangnya faham radikalisme di kalangan generasi muda utamanya pelajar SMA/SMK, perlu adanya pemahaman wawasan kebangsaan. Mengingat dewasa ini, banyaknya aliran yang notabene terindikasi metamorfosa faham radikal, embrionya sudah mulai nampak di daerah.

“Diharapkan selesai pembinaan bisa menerapkan ilmunya dimanapun berada, baik kepada teman, keluarganya dan kepada masyarakat .Tugas utama pelajar adalah belajar, jangan sampai terimbas dengan hal-hal yang tidak baik. Dan diharapkan dapat memberikan gambaran Islam yang sesungguhnya kepada siswa sekolah. Dengan begitu, diharapkan siswa tidak mudah terjerumus kepada aliran-aliran radikal yang sejatinya bukan Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta”, jelasnya.

Sedangkan pembicara dari Polres Wonogiri menyampaikan ada 4 hal yang menjadi ciri dari paham radikalisme adalah intoleran, fanatik, eksklusif, dan revolusioner. Untuk itu pemahaman radikalisme perlu disosialisasikan kepada masyarakat tidak mudah larut ikut-ikutan mengikuti paham yang menyesatkan dan tetap bersikukuh dengan ideologi Pancasila sebagai upaya untuk tetap menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Mursyid_Heri)