Halal Bihalal Di SMP Negeri 1 Giringsing Tetap Hidmat Meski Tanpa Berjabat Tangan.

Batang – Sudah menjadi tradisi yang mendarah daging ketika habis libur lebaran peserta didik melaksanakan halal bihalal, tak tercuali SMP Negeri 1 Gringsing. Acara ini dilaksanakan pada senin (17/05), bertempat di halaman sekolah, seluruh warga sekolah kumpul menjadi satu. Kepala sekolah, guru, TU, peserta didik tumpah ruah dalam suasana halal bi halal yang di kemas dengan memegang teguh protokol kesehatan, sebab pandemi covid 19 masih ada disekitar kita.

H . Juandoyo selaku Kepala Sekolah menyampaikan pesan idulfitri dan tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia, menurutnya pandemic tidak boleh menghilangkan sendi-sendi moral dan trasdisi yang baik di lingkungan kita, namun kita sikapi dengan arif dan bijaksana.

 ” Pandemi bukan alasan untuk meniadakan tradisi baik yang sudah ada di lingkungan SMP kita, pandemi harus di sikapi dengan bijak dan di lihat dalam bingkai positif thinking, jangan menjadi alesan untuk menggredasi tradisi dan budaya apalagi di momentum lebaran idul fitri, kita dapat meneguhkan persaudaraan lewat silaturahim, juga membangun persahabatan, kita dapat melupakan gesekan dengan teman, saudara dan handai taulan dengan silaturahim. namun di situasi pandemi silaturahmi tetap dapat kita laksanakan dengan tidak saling berjabat tangan,” tegas. H. Juandoyo.

Lebih lanjut H Juwandoyo menegaskan, momentum silaturahim kali ini menjadi titik tolak bersama, dan penyatuhan visi dan misi sekolah untuk memberikan pelayanan yang sangat prima di satuan pendidikan yang kita kelola bersama. “Silaturahim ini menjadi ikrar kita bersama bahwa kita akan sama-sama membangun masa depan bangsa lewat kerja nyata yang mengedepankan kualitas dalam etos keja. Guru menjadi garda terdepan dalam mencetak estafet kepemimpinan bangsa di masa depan, maka guru harus betul-betul memainkan peran maksimal di dalam proses pembelajaran. sebab proses yang baik dan terkonsep tidak akan mengingkari hasil,” tegasnya dalam akhir sambutanya.

Sementara itu Muflikhun Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budipekerti mengatakan, halal bihalal harus menjadi lembaran baru dalam hidup sehingga lewat lembaran baru itu marilah kita sama-sama goreskan tinta indah dalam lembaran kita masing-masing.

“ Kalau bisa goresan itu menjadi gambar yang terindah untuk kehidupan kita sehingga bermuara pada kesadaran akan tugas dan fungsi kita sebagai pendidik yang amanah. implikasi pendidik yang amanah adalah pendidik yang memberikan layanan maksimal dalam mendidik siswa siswi kita,” jelas Muflikhun.

Disamping itu Pengawas PAI SMP wilayah Batang Timur Sugito secara terpisah mengatakan bahwa silaturahim itu wujud pengaktualisasikan pembelajaran Agama secara nyata, sebab manusia berhubungan dengan manusia pasti tidak selamanya indah, terkadang ada gesekan yang tidak mungkin di hindarkan.

“ Kebanyakan sifat manusia itu cenderung untuk egois dan tidak mau meminta maaf atau memberi maaf, tetapi lebaran merubah segalanya. manusia berebut salah dan meminta maaf tanpa di paksa dan terpaksa, alangkah indahnya jika satu tahun lebaran selamanya, sehingga tidak ada pertikaian, permusuhan, kedengkian dan hal hal yg negatif diantara kita,” kata Sugito.

Lebih lanjut dia mengatakan, silaturahim itu terbangun dari istilah silah dan rahim, dimana silah itu menyambung sementara rohim itu keluarga maka silaturahim menjadi wahana untuk menyatukan kembali keluarga-keluarga yang sudah mulai terbengkelai, semoga kita menjadi orang yg bersatu lagi dalam bingkai silaturahim.

Semoga silaturahim ini menjadi ladang amal kita bersama untuk tetap menjaga marwah persatuhan dan kesatuhan di lingkungan SMP Negeri 1 Gringsing serta menumbuhkan kerja keras dan kerja cerdas untuk memcetak generasi yg beriman dan bertakwa namun tetap memiliki potensi besar untuk merebut pangsa pasar global yang tidak melupakan kearifan lokal. amin ( siswo/Zy)