Hindari Pernikahan Dini dan Perilaku Berisiko

Rembang – Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz menekankan kepada siswa untuk bersungguh-sungguh mencari ilmu. Hal ini untuk menekan pernikahan usia dini, utamanya pada usia sekolah.

Hal itu disampaikan Bupati ketika memberikan sambutan pembukaan dalam kegiatan Sedan Expo yang diadakan oleh PKBI Cabang Rembang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah di Rembang, Sabtu (13/10/2018).

Sedan Expo ini mengambil tema ‘Bersama Cegah Perkawinan Usia Anak, Kehamilan Remaja, dan Perilaku Berisiko’. Kegiatan ini didukung oleh sejumlah instansi pemerintah yang terlibat antara lain Kemenag Rembang, Bappeda Rembang, Dindikpora Rembang, DinsosPKB Rembang, Diperindakop Rembang, Muspika Kecamatan Sedan, dan undangan lainnya.

Bupati mengatakan, pernikahan dini mempunyai banyak dampak negatif. Antara lain berdampak pada kesehatan ibu dan anak. Hal ini karena kurangnya bekal pengetahuan yang cukup oleh ibu yang seharusnya masih menghabiskan waktunya untuk sekolah.

Pada kesempatan itu, Bupati  memancing peserta didik untuk membuat slogan siswa terhadap pencegahan pernikahan dini. Ada yang spontan menjawab, ‘Lebih baik buka buku sekolah dari pada buka buku nikah. Bupati pun memberikan doorprize bagi sekitar 10 anak.

Pada kesempatan ini juga diadakan launching Posyandu Remaja, sebagai wadah untuk memberikan penyuluhan kepada para remaja, terutama usia sekolah. Posyandu Remaja ini merupakan ide dari Yayasan PKBI Rembang yang diketuai oleh Ibu Bupati, Hj. Hasiroh Hafidz. Yayasan PKBI Rembang ini juga selaku penyelenggara program Yes I do di sejumlah madrasah di Kecamatan Kragan dan Sedan.

Dalam acara ini, diadakan pemutaran film bertajuk ‘Beri Aku Ruang Aman’ yang mengandung pesan pencegahan pernikahan dini. Selain itu juga diadakan talkshow pencegahan pernikahan dini. — iq/bd