Ibu DWP Harus Melek IT dan Tangkal Hoaks

Grobogan – DWP adalah organisasi yang strategis dalam menunjang kegiatan suami dalam tugasnya di pemerintahan. Sebab itu, keberadaan DWP senantiasa diharapkan bisa memberikan kontribusi pemikiran demi kemajuan bersama. Dan untuk meningkatkan persatuan DWP, Kantor Kemenag Grobogan melaui DWP mengadakan pertemuan rutin DWP di Aula Kemenag Kab.Grobogan, Kamis (15/11).

Istri Kepala Kemenag Kab.Grobogan Siti Alimah yang juga sebagai Ketua DWP yang baru dalam arahannya  beliau yang juga sehari-hari berprofesi sebagai ASN Pengadilan Agama Kab.Wonogiri mengajak semua anggota untuk terus mengikuti pertemuan rutin DWP dan memanfaatkan organisasi ini dalam berperan menunjang kinerja para pegawai di lingkungan kantor kementerian agama kabupaten Grobogan.

“Semoga kedepannya DWP Kemenag Grobogan lebih aktif lagi dan terus berkembang serta diberdayakan agar dapat mendukung dalam mencapai visi dan misi kementerian agama di kabupaten ini,” ajak Alimah.

Sementara Kepala Kemenag Kab. Grobogan Hidayat Maskur menyampaikan sebentar lagi ada pemilihan umum, baik eksekutif maupun legislatif. Dan ditahun ini merupakan tahun politik yang digunakan para partai politik untuk mencari dukungan atau simpatisan baik melalui media sosial maupun langsung. Dan zaman dulu berbeda dengan tahun ini, yang dulu pengguna telpon jarang ada. Dan pertambahan tahun teknologi semakin maju semua orang menggunakan HP, keberadaannya juga bisa memajukan dan juga merusak bagi pengguna.

“Terkait dengan tahun politik ini, dimohon kepada anggota DWP Kemenag Grobogan agar cerdas dalam menggunakan media sosial. Karena media sosial mempunyai kelebihan dan kelemahan informasi yang sudah disebarkan tidak bisa diperbaiki/ ditarik kembali, pengguna yang tidak bertanggung jawab dapat membuat akun palsu untuk menyebar berita bohong atau hoaks bahkan digunakan untuk mengeksploitasi lawan politik dalam era pilkada dan pemilu. Oleh karena itu, menghadapi tahun politik 2018 pemanfaatan media sosial perlu ditata kembali,” harap Hidayat.

Kehadiran media sosial dalam satu dekade terakhir telah melahirkan revolusi digital yang memengaruhi kehidupan manusia. Revolusi digital itu telah mengubah perilaku dan kultur masyarakat dalam berkomunikasi dan mengonsumsi berita. Kehadiran media sosial mengubah informasi menjadi lebih personal.

“Yang terpenting adalah membekali pengguna dan konsumen informasi agar lebih bijak agar tujuan berkomunikasi membangun tali silaturahmi tercapai. Hanya dengan itu media sosial membangun kemaslahatan umat, bukan membuat gaduh suasana di tahun politik. Dan lewat pertemuan DWP ini kita jadikan ukhuwah, bersatu, guyub dan rukun,” pungkasnya. (bd/gt)