Jadikan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Agama

Surakarta – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Muslim Umar, meminta Masjid Al-Fatih tidak hanya jadi tempat ibadah, namun juga pusat pendidikan. Hal itu disampaikan usai melantik Pengurus Masjid Al-Fatih periode 2017-2022 di Kepatihan Jebres, Surakarta, Kamis malam (16/3)

“Masjid juga harus mampu memberikan kesejahteraan kepada jamaah dan masyarakat sekitar melalui gerakan sosial khususnya dibidang kesehatan dan lebih penting lagi menjadi pusat pendidikan agama”, ujar dia.

Muslim, menghimbau, agar Masjid Al-Fatih ke depan menjadi Masjid Paripurna yaitu masjid harus memenuhi standar dalam pengelolaan. “Standar pengelolaan Masjid yang Paripurna ialah diselenggarakannya pembinaan idaroh, imarah, dan riayah,” jelas dia.

Dikatakan dia, pembinaan idaroh yakni, yang menyangkut masalah administrasi, manajemen dan organisasi Masjid. Pembinaan imarah, terkait memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah, sedangkan riayah ialah memelihara masjid baik bangunan, kebersihan, dan  keindahan.

Dalam kesempatan yang sama Asisten Pemerintahan Pemerintah Kota Surakarta, Said Romadlon, mengatakan, Masjid Al-Fatih Kepatihan termasuk di antara 5 masjid bersejarah yang ada di Surakarta, selain itu masuk dalam cagar budaya dan di lindungi oleh Undang-Undang.

“Keempat Masjid lainnya yang masuk  menjadi cagar budaya ialah, Masjid Agung Surakarta, Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Masjid Laweyan, dan Masjid Tegalsari,” papar Said.

Oleh karena itu Masjid Al-Fatih harus makmur dan megah, namun dalam memperbaiki tidak merubah struktur bangunan aslinya.

Dia, juga memberikan tausiyah agar manusia selalu ingat pada Allah SWT dalam situasi apapun, selain itu berterimakasih pada orangtua. Menurutnya, karena melalui orang tua kita lahir di dunia ini dan menjadi sukses seperti sekarang ini.

“Umat islam juga penting membina kerukunan internal dan antar umat beragama serta pemerintah, sehingga tercipta solidaritas untuk sesame, melalui sedekah dan saling membantu”,pungkas dia. (rma-abc/wul)