Ka. Kemenag dan DMI Pati Bertekad Memakmurkan Masjid dan Bumi

Pati – Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka. Kankemenag) Kabupaten Pati Akhmad Mundakir Menandatangani Nota Kesepahaman Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) penandatangan dilakukan di Aula  Kankemenag kab Pati rabu, (8/02). Penandatangan dihadiri Kepala Disdik Kab. Pati, Pengurus PD DMI Kab. Pati serta 5 ketua  gugus depan yang merupakan pelaksana teknis program kerja PD DMI Kab. Pati.

Mundakir dalam sambutan arahannya menyampaikan “Melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) marilah kita tingkatkan kesejahteraan umat Islam di bidang ekonomi, kususnya jamaah masjid, sehingga masjid menjadi semakin makmur. Hal ini sesuai dengan slogan DMI, Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.

“Terdapat dua ayat di dalam Al-Qur’an tentang kemakmuran masjid dan kemakmuran bumi, yakni surat At-Taubah ayat 17 dan Surat Al-Baqarah ayat 30. Kemakmuran masjid tidak bisa dipisahkan dari kemakmuran bumi. Buktinya, ummat Islam diizinkan untuk sholat tidak hanya di masjid, tetapi juga di atas bumi (tanah),”tutur Mundakir lebih lanjut.

Kondisi ini, jelasnya, berbeda dengan ummat agama lainnya, seperti Kristen, yang hanya boleh beribadah di dalam gereja. Mereka tidak boleh beribadah di luar gereja (di atas tanah).

Menurutnya, Masjid merupakan titik tolak untuk memakmurkan peradaban manusia di bumi. Memakmurkan peradaban di bumi harus bertitik-tolak dari masjid. Hal ini terlihat dari filosofi dua dimensi ruangan di dalam masjid

“Itu sebabnya masjid selalu memiliki dua jenis ruangan, yakni ruang utama (bagian dalam) untuk ibadah kepada Allah SWT (hablum minAllah) dan ruang serambi (bagian luar) untuk beragam aktivitas sosial jamaah dan masyarakat (hablumminannas). Filosofinya, kemakmuran masjid harus bermuara kepada kemakmuran bumi,” jelas Mundakir.

Mundakir juga mengakui peran penting dan strategis masjid bagi masyarakat, khususnya umat Islam. “Hanya masjid yang mampu menjadi tempat rapat pleno para pengambil keputusan minimal sepekan sekali, saat sholat Jumat, tanpa perlu surat undangan,” ungkap Mundakir

 “Masjid menjadi tempat untuk menyampaikan berbagai agenda besar dan program penting ummat Islam sehingga menjadi gerakan massif. Sejarah membuktikan gagasan-gagasan besar ummat Islam lahir dari masjid, oleh karena itu Mundakir sangat mendukung apresiasi PD DMI  yang melibatkan pelajar dalam program peduli masjid dengan sasaran 120 masjid di 5 (lima) gugus depan di wilayah kabupaten Pati.

Menurutnya, masjid bukan sekedar tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktifitas ekonomi jamaah masjid. “Hendaknya jamaah masjid semakin sadar untuk berusaha, pentingnya jiwa entrepreneur, dan giat dalam memberdayakan aset-aset masjid,” ucapnya di akhir sambutannya.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan alat-alat kebersihan dan uang operasional kebersihan masjid oleh Ketua PD DMI Kab. Pati Nawawi kepada 5 (lima) gugus depan yaitu Gudep SMK Al Falah Kec. Winong, Gudep SMP 2 Kec. Jakenan, Gudep MA Miftahul Ulum Kec. Tambakromo, Gudep MA Nurul Qur’an Kec. Pucakwangi dan Gudep MAN 1 Pati, yang secara simbolis diwakili oleh SMK AL Falah Winong Pati.(Athi’/bd)