
Wajo (Humas) – Penampilan kafilah Jawa Tengah dalam Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Nasional 2025 berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton. Pada sesi penampilan lalaran, lima santri putri asal Jateng menampilkan bacaan Nazham Alfiyah Ibn Malik Ulya dengan lantunan kompak, penuh penghayatan, dan memukau.
Kelima santri tersebut adalah Firza Amaliatun, Adibah Nihlatuz Zahwa, Zakiyatus Sholichah, Gendis Anindya, dan Nafisa Aniq Rosyada. Dengan suara yang harmonis dan artikulasi yang jelas, mereka sukses membawakan lalaran secara indah di hadapan dewan juri dan penonton.
Selain Jawa Tengah, penampilan lalaran juga diikuti oleh kafilah dari Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Barat. Kehadiran kafilah Jateng mendapat sambutan luar biasa. Usai tampil, banyak penonton yang meminta untuk berfoto bersama kelima santri putri tersebut, mereka memuji penampilan epik yang khas dengan gamelan Jawa.
Lalaran adalah tradisi melagukan bait-bait (nazham) dari kitab-kitab klasik dengan irama khas pesantren. Tradisi ini bukan sekadar seni suara, tetapi juga sarana untuk memudahkan hafalan dan pemahaman teks kitab.
Alfiyah Ibn Malik adalah kitab gramatika Arab (nahwu) karya ulama besar Ibnu Malik berisi seribu bait syair (nazham) yang menguraikan kaidah bahasa Arab. Kitab ini sangat populer di pesantren karena menjadi rujukan utama dalam mendalami ilmu tata bahasa Arab, sehingga santri yang mampu melantunkan dan memahami Alfiyah dianggap memiliki penguasaan mendalam terhadap ilmu nahwu.
Dengan penampilan memukau ini, kafilah Jawa Tengah menambah warna tersendiri dalam perhelatan MQK Nasional 2025 sekaligus membawa harum nama Jawa Tengah di kancah nasional. (RK)
