Kakankemenag Serahkan DIPA 2019, Optimalkan Serapan dan Tertib Laporan

BLORA – Sebagai upaya mempercepat pencapaian kinerja pada tahun anggaran 2019, maka dilaksanakan penyerahan DIPA oleh Plt Kepala Kankemenag Blora, HM Fatah,M.Ed kepada kasi kasi dan gara Syariah Kankemenag Blora (7/1).

Plt Kepala kankemenag Blora, HM Fatah menyampaikan bahwa pada awal tahun anggaran ini sudah dilaksanakan serah terima DIPA untuk semua program 2019 sehingga hendaknya kasi kasi dan gara Syariah bisa segera merencanakan target pencapaian kinerja dan membuat perjanjian Kinerja sebagai dasar ukur dalam pelaksanaan kegiatan dan juga berupaya untuk mengoptimalkan penyerapan anggaran serta menertibkan laporan administrasinya.

Para PPK hendaknya bisa langsung mencermati dan menelaah DIPA yang ada di seksi masing masing untuk dibuat rencana kegiatan dan jadwal dan berkoordinasi antara pengelola kegiatan, perencana dan bendahara sehingga penyerapan anggaran bisa terselesaikan dengan lancar, optimal dan tertib.

Menurutnya, semua kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2018 bisa dievaluasi bersama apa yang masih belum optimal dan berbagai hambatan seperti terkait penyerapan anggaran TPG baik PNS dan Non PNS yang turun di akhir deadline tahun anggaran, maupun penyampaian tunjangan insentif guru, pembayaran tunggakan jaspro dan tranport penghulu dan penyelesaian pagu minus atau kegiatan lainnya perlu untuk ditata bersama serta harus tertib laporan administrasinya.

Selain itu, pada tahun 2018 penyerapan anggaran yang mencapai 98, 38 persen yakni dari total pagu Rp 106.574.978.000 realisasinya mencapai Rp 104.848.464.000 perlu untuk dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi sehingga semua program dan kinerja serta fungsi masing masing seksi bisa terlaksana dengan baik.

Realisasi anggaran Kementerian Agama Tahun Anggaran 2018 per 9 Januari 2019 sebesar 93,21% atau sebesar Rp59.508.740.146.472,- dari pagu anggaran sebesar Rp. 63.845.516.285.000,-

Pihaknya berharap semua tim bisa saling bersinergi dan saling bersama sama dalam bekerja sehingga mencapai tujuan organisasi yang optimal menuju terwujudnya pelayanan agama dan keagamaan di lingkungan Kementerian Agama apalagi menuju pelayanan terpadu satu pintu untuk melayani masyarakat perlu saling bekerja sama.

“mari kita saling bersinergi untuk mewujudkan program dan kinerja masing masing seksi sehingga fungsi pelayanan agama dan kegamaan di masyarakat bisa terwujud dengan baik dan optimal”paparnya serius.

Masing masing kasi dan gara pun menyampaikan kendala dan hambatan dalam tahun 2018 serta program yang perlu dilakukan seperti pelaksanaan pencairan non tunai, penertiban laporan dan administrasi dan perlu adanya jadwal dalam revisi anggaran supaya lebih tertib. (ima/bd)