Kakanwil : Kemenag Jauh Lebih Baik

Semarang – Pelayanan Kementerian Agama di Kota Semarang dirasakan sudah cukup baik dan kondusif. Hal demikian tidak membuat terlena bagi para ASN tetapi dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi dan kualifikasi ASN, serta bisa berinovasi dalam pelayanan sehingga tidak terjebak pada rutinitas yang monoton. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Moh. Habib dalam sambutan Pembinaan ASN oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Farhani, Selasa pagi (27/12) di Aula Kankemenag setempat.

Selanjutnya dikatakan oleh Habib, Inovasi sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi selalu berbeda dari waktu ke waktu menuntut dilakukan terobosan untuk menangani persoalan yang ada.
Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran asn terhadap peraturan perundang undangan dalam rangka pelaksanaan tusi dengan dilandasi 5 Nilai Budaya Kerja, mengubah pola pikir kinerja yang berorientasi pada pelayanan prima dan mewujudkan wilayah bersih dari pungutan liar.

Dihadapan para Kepala KUA, Kepala Madrasah, guru, pengawas, penyuluh, dan pegawai Kankemenag Kota Semarang sebanyak 250 orang itu, Kakanwil mengatakan bahwa Kementerian Agama lahir melalui proses sejarah yang panjang yang tidak terpisahkan dengan proses berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat ini, kata Farhani, Kementerian Agama telah berkiprah sedemikian maju mulai dari lembaga pendidikan madrasah yang mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain. Madrasah telah menunjukkan performance yang membanggakan baik performance secara fisik maupun kualitas pembelajarannya. Dalam hal peningkatan fisik madrasah, Kakanwil menjelaskan sebagaimana KUA yang bisa membangun balai nikah dan manasik haji, madrasah akan diusulkan agar bisa membangun RKB dengan biaya SBSN.

Selanjutnya disampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji yang semakin baik yang dibuktikan dengan survey kepuasan pelanggan oleh BPS dengan tingkat kepuasan masyarakat yang semakin tinggi dari 82,67 pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 83,83 pada tahun 2016 serta pelayanan KUA yang semakin baik, transparan, dan akuntabel.
Di samping itu anggaran Kementerian Agama menempati 4 besar kementerian dan lembaga. “Di Jawa Tengah saja lebih dari 6 triliun dan telah diserahkan oleh Gubernur pada tanggal 20 Desember lalu,” kata Farhani.

Sebagian masyarakat memberikan penilaian yang negatif kepada Kementerian Agama. “Itu adalah masa lalu. Saat ini jika dibandingkan dengan kementerian/lembaga lain, Kementerian Agama telah menerapkan reformasi birokrasi dengan hasil sangat baik yang diapresiasi dengan naiknya tunjangan kinerja yang dibayarkan berdasarkan grade sesuai beban kerja yang telah mencapai 60%. “Yang kita rasakan kurang adalah publikasi prestasi kinerja pelayanan kepada masyarakat yang sudah baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan, “Bukan saatnya lagi kinerja kementerian agama diolok-olok.” Hasil survey oleh SMRC beberapa waktu lalu menyatakan bahwa kementerian agama menempati rangking kedua terbaik dalam hal kinerja kementerian/lembaga secara nasional.

Kepada para ASN khususnya Kepala KUA diingatkan agar mematuhi Perpres 87/2016 agar tidak melakukan pungutan liar serta tidak memanipulasi data nikah di luar kantor yang dilaporkan sebagai pernikahan di kantor. “Kalau hal ini ditemukan terjadi di Jawa Tengah, saya jamin kepala KUA yang bersangkutan akan saya kasih hadiah non job,” kata Kakanwil mengakhiri pengarahan.(fat/gt)