Kalau Tidak Beradaptasi, Guru Akan Tergilas Oleh Zaman

Boyolali (Humas) – Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat tidak dapat dihindari. Perangkat lunak seperti gadget, telepon genggam, komputer dan laptop sudah masuk ke masyarakat bahkan sudah dimiliki oleh anak usia sekolah. Perkembangan yang seperti itu menuntut guru untuk menyesuaikan cara mendidik siswanya dengan memanfaatkan tekhnologi informasi yang tersedia. Membiasakan diri  dengan tekhnologi informasi merupakan cara yang harus dilakukan apabila tidak ingin dicap sebagai guru yang gagap terhadap tekhnologi.

“Kalau tidak beradaptasi, Guru akan tergilas oleh zaman,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Fahrudin, dalam acara pembinaan guru dan pegawai MTs.N 3 Boyolali yang dilaksanakan pada Senin, (15/04). Acara yang dilaksanakan di ruang guru MTs.N 3 Boyolali tersebut diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MTs.N 3 Boyolali.

Perangkat keras baik itu komputer maupun laptop mampu memberikan akses yang lebih mudah dalam kegiatan belajar mengajar. Banyak bahan ajar yang dapat dikerjakan dengan lebih cepat dan efisien. Penggunaan komputer dalam  proses belajar mengajar sudah merupakan hal yang lumrah pada masa sekarang ini. Guru yang telah mengajar lebih dari 20 tahun tentunya akan mengalami kesulitan dalam kegiatan mengajar kalau tidak beradaptasi dengan kondisi yang dialami oleh peserta didiknya.

“Cara guru mengajar harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya lagi.

Pergeseran media informasi dan komunikasi yang semula masih menggunakan suara dan faximili sekarang sudah bergeser menggunakan teknologi internet. Keterbukaan keran informasi mampu menyajikan informasi secara menyeluruh. Kecepatan koneksi internet mampu memperlihatkan apa yang terjadi di belahan bumi yang lain pada saat itu juga melalui tampilan video, bahkan sampai pada tingkat yang paling kecil.  seolah olah tidak ada lagi batasan ruang dan waktu untuk mengetahui apa yang ada di dunia ini.

“Semuanya sudah terpantau melaui internet, yang belum bisa sepertinya hanya surga dan neraka,” kelakarnya.

 Fahrudin menegaskan, kepada seluruh guru yang hadir bahwasannya kemajuan teknologi yang ada hendaknya harus dimanfaatkan sebaik baiknya sesuai dengan tuntunan agama dan perundang undangan yang ada. Pemanfaatan teknologi informasi bergantung kepada tujuan manusia sebagai pemegang kendali sekaligus penggunanya.  

“Tekhnologi ibaratnya adalah sebuah alat, tergantung manusia memanfaatkan alat tersebut untuk kemaslahatan atau kemudharatan,” pungkasnya. (jaim/rf)