Karsono: Libur Panjang, Kantor Harus Aman

Purbalingga – Cuti bersama merayakan Idul Fitri 1439 H sudah di depan mata. Libur panjang bagi ASN di Jajaran Kementerian Agama akan dimulai tanggal 11 Juni 2018. Selanjutnya seluruh ASN baik para pejabat maupun pegawai termasuk pegawai non-PNS harus aktif kembali melaksanakan tugas kedinasan mulai 21 Juni 2018. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Karsono dalam pengarahannya kepada peserta Apel Pagi di halaman Kankemenag setempat, Jumat (08/06).

“Seluruh pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga akan menikmati libur yang sangat panjang. Sejenak meninggalkan aktifitas tugas kedinasan selama 10 hari bahkan lebih. Rencana berkumpul dengan seluruh anggota keluarga akan segera terwujud,” ungkap Karsono.

Menyikapi hal tersebut ia mengingatkan akan beberapa hal penting yang harus dilaksanakan. “Yang pertama, keamanan kantor harus menjadi prioritas pertama. Kasubbag TU untuk mengingatkan petugas keamanan agar meningkatkan keamanan kantor selama libur panjang. Kasi Bimas mengingatkan kepada kepala KUA agar meningkatkan keamanan kantor KUA, jangan sampai ada dokumen ataupun peralatan kantor yang hilang. Kasi Pendidikan Madrasah untuk mengingatkan Kepala Madrasah agar meningkatkan keamanan madrasah masing-masing,” ujarnya mengingatkan.

Kedua, lanjutnya, para JFU untuk menyimpan file penting dengan aman jangan sampai tercecer, jangan sampai disalahgunakan oleh pihak lain. Berkas-berkas penting disimpan rapi sehingga pada saat dibutuhkan mudah dicari. Ketiga, hari pertama dan hari kedua pasca cuti seluruh ASN diwajibkan hadir tanpa terkecuali. Karena biasanya Irjen hadir melakukan pemantauan.

“Kita harus membuktikan bahwa ASN Kantor Kementerian Agama adalah aparatur sipil yang disiplin dalam menaati aturan,” ajaknya tegas.

Ia menambahkan, sejalan dengan semangat Ramadan sebagai umat Islam agar saling memaafkan dan mendo'akan, agar senantiasa diberi kesemangatan untuk beribadah di sisa Ramadan sehingga tujuan puasa untuk menjadikan manusia muttaqiin dapat tercapai. (sar/gt)