Kemenag dan MUI Serukan Untuk Menjaga Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah

Wonogiri – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonogiri, KH. Abdul Azis Mahfuf kembali mengingatkan mengingatkan agar seluruh umat muslim di Wonogiri terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.

Hal tersebut di sampaikan dalam acara puncak tasyakuran hari santri kabupaten Wonogiri, jum’at kemarin di Kantor PC. NU Kabupaten Wonogiri turut hadir tokoh agama Islam di Kota Gaplek.

Menurut Ketua MUI, pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyyah diantara umat Islam, karena pada hakikatnya umat Islam itu bersaudara, bagaikan bangunan yang kokoh antara yang satu dengan yang lainnya saling menguatkan.

Menanggapi hal tersebut Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi di kantornya, Kamis (08/11) menyampaikan bahwa menjadi kewajiban kita bersama menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniah karena aset besar Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan, karena kita memang diberikan anugerah Allah SWT berbeda beragam majemuk, inilah yang dikagumi negara lain terutama Islam.

“Karena betapa kita berbeda adat suku tradisi agama tapi Indonesia tetap rukun, bersatu, hidup berdampingan satu dengan yang lainnya, rukun intern umat beragama dan antar umat beragama,” jelas Subadi.

Masalah Kerukunan umat beragama menurut H. Subadi, harus terus kita perhatikan secara seksama, karena agama memainkan peranan yang penting dalam segala aspek kehidupan ini. Sisi lain, realitas kehidupan kita sangat beragam. Dan jika tidak melihatnya secara arif dan bijaksana, konflik sering tidak dapat kita hindari sebagai akibat dari perbedaan yang ada.

“Jalinan persaudaraan dan kerukunan umat beragama yang kuat bisa menjadi modal bagi pembangunan umat ke depan menuju daerah yang makmur dan berakhlak, kerukunan umat beragama juga modal utama dalam menjaga integritas NKRI” Imbuhnya.

Nilai-nilai kemanusiaan akan lebih diutamakan daripada mempertentangkan perbedaan ideologi atau perbedaan keyakinan, toleransi antar sesama umat akan bernilai tinggi dan tidak akan mudah menghujat paham. (Mursyid/heri/rf)