Korban bencana Banjarnegara banyak mendapat simpatik dari berbagai pihak

Banjarnegara – Banyak yang prihatin dan ingin membantu atas bencana yang terjadi di Banjarnegara. Bencana tidak hanya melanda kecamatan Banjarnegara, juga kecamatan Wanayasa, Punggelan, dan Purwareja Klampok. Telah di tetapkan 12 zona merah sebagai titik rawan bencana di Kabupaten Banjarnegara. Simpati dan bantuan berdatangan baik dari pihak pemerintah, swasta, dan juga sukarelawan. Senin ini (12/01) hadir rombongan dari Gubernuran sebanyak 35 orang yang datang untuk memberikan bantuan.

Rombongan terdiri dari Perwakilan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Dewan Masjid Agung Prov. Jawa Tengah, Dewan Masjid Raya Baiturrohman Semarang, Dewan Masjid Agung Semarang, Dewan Masjid Jawa Tengah, Ketua IPHI, MUI Jateng, Kemenag Kanwil Prov. Jawa Tengah yang di wakili Kabid Urais, Keluarga Wartawan Semarang (Suara Merdeka), Remas Dakwah Islam, Dewan Tadris, Remas Masjid Agung Jateng, Staf Keuangan BPAJ, dan Ormas-ormas Islam provinsi Semarang. Rombongan disambut oleh Bupati Banjarnegara, Wakil Bupati, Kepala Kankemenag Kab. Banjarnegara, Pengurus Posko Keagamaan, MUI Kabupaten, Ormas Islam dan jajaran pemerintahan dari Setda dan Kementerian Agama Kab. Banjarnegara.

Berkenan mewakili kata sambutan bantuan, H. Ali Mufidz selaku ketua MUI Jawa Tengah, menyampaikan bahwa bantuan akan diberikan berupa bantuan langsung dan tidak langsung. Adapun bantuan langsung berupa uang sejumlah 17 juta+ 110 juta yang masih dalam perjalanan. Untuk bantuan tidak langsung adalah bantuan rehab dan pembangunan mushola/masjid di wilayah gempa. “Sebenarnya ada juga bantuan dari pihak swasta yang ingin memberi bantuan berupa tambahan bantuan relokasi dan penyediaan sarana dan prasarana” ditambahkan. Namun menunggu proses dan kondisi dari laporan akan kunjungan kali ini.

Dalam sambutan penerimaan bantuan, Bupati H. Sutejo Slamet Utomo, M.Hum menyampaikan apresisi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Beliau juga menceritakan awal mula bencana terjadi di Karangkobar secara detail kepala rombongan bantuan, serta menceritakan bahwa bencana juga melanda dusun Pencil desa Karangtengah-Wanayasa juga dusun Slimpet desa Mlaya-Punggelan, dan desa Pakiringan-Klampok. Pihak pemerintah sudah memberikan bantuan kepada korban mulai awal bencana sampai sekarang, sedangkan tindakan preventif juga di lakukan dengan alat deteksi gempa berbasis GPS. Sehingga bencana bisa di antisipasi seperti di kecamatan Punggelan.

“Kami juga mencanangkan kabupaten konservasi, baik untuk korban berupa relokasi dan rehab, juga penghijauan daerah gempa”ditambahkan. Adapun relokasi masih proses seperti pembebasan lahan. Dalam proses pemberian bantuan dan relokasi, Bupati menyertakan tim independen agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.

Pemberian bantuan korban bencana di Banjarnegara di berikan dengan skema menyebar ke daerah-daerah bencana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi, karena bencana tidak terjadi di satu daerah saja. Juga pen-sortiran atas bantuan yang mana makanan yang kadaluwarsa, sesuai kebutuhan seperti makanan khusus, dan pemberian bantuan berupa uang.

Setelah prosesi silaturahmi dan pemberian bantuan secara simbolis kepada Posko Keagamaan dan Pemerintah Daerah, rombongan bertolak ke lokasi bencana di Karangkobar sebagai laporan setelah pulang dari kunjungan sosial ke Banjarnegara kepada Pimpinan masing-masing. (Nangim)