Kurang Persiapan, Peserta SKD CASN Tereliminasi oleh Sistem

Kabupaten Semarang – Pegawai Negeri Sipil, adalah Abdi Masyarakat yang posisinya masih terus diburu oleh para pencari kerja. Mufida salah satunya, peserta yang berasal dari kota Salatiga ini mendapat jadwal tes Seleksi Kompetensi Dasar pada Selasa, 26 Oktober 2021, setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Kegiatan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Sipil Aparatur Negara (CASN) Kementerian Agama yang Titik Lokasi Ujian di Jawa Tengah di selenggarakan di Gor Pandaran, Ungaran, Kab. Semarang.

Dia menceritakan kepada tim humas Kanwil, bahwa perjalanan ke lokasi ujian saat ini sudah di persiapkan semuanya secara matang. Sayangnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) aslinya masih saja tertinggal dirumah, sehingga samapai saat ini belum bisa registrasi.

“Saya tertahan bukan berarti hanya belum siap, tetapi memang ada satu berkas yang harusnya sudah saya siapkan dari semalam, tetapi malah tertinggal,” jelas Mufida.

Harapan terakhir ada pada tukang ojek online yang diordernya, satu-satunya orang yang bisa dan segera dimintai bantuan untuk mengambil KTP nya yang tertinggal tersebut. Dia juga menceritakan bagaimana awalnya ikut mendaftar CPNS.

“Awalnya ikutan mendaftar CPNS karena diajak teman, terus ternyata teman yang ngajak tidak lolos seleksi administrasi, dan malah saya yang lolos,” ucapnya sembari tersenyum.

“Mungkin ada rencana Allah nanti yang lebih baik untuk saya,” sambungnya.

“Kalau seandainya nanti bisa mengikuti tes, seandainya lho ya. Apa rencana ke depan…?” tanya Budiawan, Pranata Humas Kanwil Kemenag Prov. Jateng.

Mufida menyampaikan rencananya ke depan mungkin hanya mengikuti alur saja. Pengennya di Pekalongan, ya mungkin di posisi guru, atau di Kemenag, IAIN bagian hubungan masyarakat. “Paling dekat cuma di Pekalongan, mungkin di humas apa di penyuluh agama,” terang Mufida.

Mendekati waktu penutupan registrasi, ternyata masih ada beberapa peserta yang baru datang. “Oh mas sini, sini, sini, sini, sini. cepat, cepat,” kata panitia CASN yang sebentar kemudian, registrasi online resmi tertutup secara sistem.(Sua/Bd)