Lima Kompetensi Yang Wajib Dimiliki Kamad

SUKOHARJO-Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI)  Kabupaten Sukoharjo melaksanakan kegiatan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan ini dilaksanakan  mulai hari Senin-Jumat, 22-26 Oktober 2018, di RM Mulyani. Adapun peserta Workshop terdiri dari kepala MI se-Kabupaten Sukoharjo yang berjumlah 40 peserta dengan perincian  perserta  26 putri dan 14 peserta putra,  baik dari madrasah ibtidaiyah negeri maupun swasta.

Kegiatan workshop didanai oleh DIPA Kantor wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2018. Ada 12  KKM/KKG/MGMP.  K3MI Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu dari 12 KKM/KKG/MGMP, yang medapatkan anggaran tersebut. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu KKM/KKG/MGMP dalam melakukan kegiatan peningkatan kompetensi dan pembentukan komunitas belajar guru.

Kegiatan dibuka oleh Nur Abadi Kasi Kurikulum dan Evaluasi, mewakili kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah yang berhalangan hadir, karena ada kegiatan yang bersamaan. Dalam sambutanya Nur Abadi mengatakan bahwa seorang Kepala Madrasah harus menguasai 5 (lima) kompetensi, yakni kompetensi menegerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi kepribadian , dan kompetensi sosial apabila ingin mampu bersaing dengan sekolah umum. “Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Kepala Madrasah harus berpegang teguh pada 5 (lima) nilai budaya kerja kementerian agama. Dengan berpegang teguh pada 5 (lima) nilai budaya kerja kementerian agama, maka madrasah akan mampu bersaing dengan sekolah  umum “ tandas Nur abadi.

Selain Membuka workshop Nur Abadi juga menjadi narasumber Kebijakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah. Narasumber dalam workshop diambil dari tenaga professional di bidangnya baik dari lingkungan kementerian agama maupun  berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Salah satu narasumber dari kementerian agama adalah Ihsan Muhadi Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukoharjo . Pada Kesempatan ini, Ihsan menyapaikan materi tentang Kewirausahaan.  “Kewirausahaan sangat penting bagi kepala madrasah agar senantiasa berfikir kreatif dan inovatif dalam mengelola madrasah”. Paparnya.

Workshop tersebut sangat bermanfaat dan membantu bagi peserta workshop dalam mengembangkan kompetensinya. Dengan kegiatan ini  peserta mendapat pengetahuan baru khususnya tentang penyusunan laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Hal ini sesuai PMA Nomor 58 tahun 2017 tentang Kepala Madrasah, pengganti PMA Nomor 29 tahun 2014 BAB  VI Pengembangan Keprofisian Berkelanjutan pasal 18 ayat 1 yang berbunyi Kepala madrasah wajib melakukan  pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada dimensi kompetensi kepribadian, managerial, kewirausahaan, supervise, dan sosial. Dengan terbitnya PMA yang baru ini maka kedudukan kepala madrasah adalah sebagai managerial. Degan demikian, maka dalam melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan tidak lagi melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tetapi melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).

Output yang diharapkan  dalam workshop ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Bahren Ahmadi selaku ketua penyelenggara adalah peserta mampu membuat proposal Penelitian Tindakan Sekolah (PTS).  Lebih lanjut Bahren mengungkapkan bahwa penyusunan proposal  adalah merupakan langkah awal dalam pembuatan laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Di samping itu dalam jangka panjang peserta diharapkan mampu mengadakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Hal senada juga disampaikan oleh kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Prop. Jateng, selain perserta mampu menyusun laporan PTS, peserta diharapkan mampu mempublikasikan ke dalam Jurnal Ilmiah. Inilah tantangan yang disampaikan oleh Kasi Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah. Kegiatan workshop akan berakhir pada hari jumat, 26 Oktober 2018, dan akan ditutup oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kabupaten Sukohajo. (wied/Djp/bd).