Madrasah Jaman Now, Pilihan Favorit Masyarakat

Surakarta – Era global yang terus berkembang ada fenomena menarik di tengah masyarakat. Masyarakat saat ini lebih memilih institusi pendidikan madrasah bagi putra-putrinya. Inilah diantara yang disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani, saat membuka gelaran MAPK Fair di kampus MAN 1 Surakarta, Senin (26/02).

"Banyak sekolah dasar yang saat ini harus digabung dengan yang lain karena tidak ada siswa. Hal ini karena banyak yang lebih memilih sekolah di madrasah, baik MI, MTs, maupun MA," kata Farhani.

Lebih lanjut Farhani mengatakan lembaga madrasah telah mendapat kepercayaan masyarakat. Hal ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh segenap jajaran kementerian agama beserta seluruh stakeholder. “Perkembangan masyarakat yang semakin modern, terutama pergaulan remaja, menjadi pertimbangan orang tua menyekolahkan putra-putrinya di madrasah,” imbuhnya.

Menurut kepala MAN 1 Surakarta, Slamet Budiyono, MAPK Fair menjadi sarana agar eksistensi lembaga madrasah semakin diperhitungkan. MAPK Fair merupakan ajang bagi siswa setingkat SMP/MTs sederajat untuk menunjukkan bakatnya sekaligus untuk meneguhkan posisi madrasah di tengah masyarakat.

"Banyak alumni MAPK yang saat ini menduduki posisi strategis di masyarakat. Sehingga dengan gelaran MAPK Fair diharapkan semakin menambah keyakinan masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di madrasah," kata Slamet Budiyono.

Kegiatan MAPK Fair tahun ini diikuti oleh hampir 300 peserta dari seluruh Indonesia. "Peserta terjauh dari Maluku dan Sumatera yang mengikuti cabang lomba antara lain lomba pidato Arab, Inggris, Indonesia, Kaligrafi, Stordiutelling, MTQ, MHQ, dan cerpen,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa juri yang didatangkan dari para ahli di bidangnya khususnya perguruan tinggi Islam di Solo Raya, selain itu juga ada juri dari alumni MAPK. Selain itu ada agenda menarik yang akan disuguhkan pada para peserta dan pengunjung MAPK Fair, salah satunya akan dilakukan kegiatan menulis kaligrafi sepanjang tiga meter yang dilakukan oleh alumni MAPK. (rma/gt)