MAN 1 Pati Terima Kunjungan Dosen Universitas Benediktus Swiss

Pati – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati mendapat kunjungan dosen dari universitas benediktus swiss. Kunjungan ini merupakan program  dari universitas benediktus swiss yang mengirimkan dosen-dosennya untuk mengikuti dan terlibat dalam proses belajar mengajar di lembaga  pendidikan formal selama beberapa  pekan di negara yang  dipilih. Tahun ini, Indonesia kembali terpilih sebagai negara tujuannya.

Ditemui di MAN 1 Pati, Jum’at (04/08), Prof. Bruno Aj Bauman mengaku senang dapat mengunjungi Indonesia. Dia juga berterima kasih dengan sambutan ramah stakeholders madrasah dan masyarakat Indonesia. Dia berharap program ini dapat membuat lebih saling mengenal dan  saling belajar serta saling menghargai budaya.

“Saya suka MAN 1 Pati, bersih, adem, murid dan gurunya ramah” ujar Prof. Bruno.

Bruno memberikan motivasi kepada siswa siswi MAN 1 Pati supaya belajar dan bisa meraih cita cita. “Masa depan ada di tangan kamu sendiri”, tegas Bruno.

Bruno berharap siswa/siswi MAN 1 Pati bisa praktik dalam berbahasa, khususnya bahasa inggris. Dengan bahasa inggris kita bisa menguasai dunia. “Practice and practiceand don”t be shy”, paparnya.

Dalam kehangatan pertemuan tersebut, Salah satu siswi kelas XI MAN 1 pati yg bernama bella bertanya tentang bagaimana menjadi terbaik di dalam kelas, “ Be good every day in the class,  so you have to do the best”, jawab Bruno

Kepala MAN 1 Pati, Moh. Kodri menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan Prof. Bruno Aj Bauman. Dia mengaku senang madrasah yang dipimpinnya terpilih sebagai salah satu tempat kunjungannya.

“Pastinya banyak ilmu yang akan diperoleh anak didik kami dan juga dapat memberikan  motivasi lebih kepada anak-anak untuk mempelajari berbagai hal dari negara luar, seperti bahasa, budaya dan juga kebiasaannya,” katanya.

Dalam sesi pertemuan Bersama dengan Prof BAJ Baumann Swiss dipandu oleh Guru Bahasa Inggris MAN 1 Pati tersebut, Kepala MAN 1 Pati menekankan betapa pentingnya arti bahasa internasional “Bahasa Inggris” yang telah dinyatakan sebagai bahasa komunikasi utama dunia oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atau UN (United Nations).

Lewat bahasa Inggris, kita akan mampu berkomunikasi dan sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan inspirasi kita kepada pihak kedua yang bersangkutan, jelasnya.

Lewat bahasa internasional ini, mereka akan tahu keinginan yang kita mau, Jangan sungkan untuk belajar, jangan malu untuk mempraktekkan dan jangan takut salah. Cukup modal berani untuk mengungkapkan, dikuatkan dengan mimik muka dan bahasa tubuh gesture akan lebih mudah dimengerti, Pembelajaran butuh proses dan waktu. Semakin berani mencoba dan tekun, insyaallah akan cepat kita kuasai, kata Kodri.

Bahasa internasional mampu menyambungkan silaturahim dunia yang sebelumnya tidak mampu dimengerti. Bahasa bukan alat gengsi namun sarana untuk komunikasi yang terbijak. Indonesia negeri yang besar dan wajib optimis menjadi negeri yang kuat. Semua perlu digali, dicermati dan dijalankan dengan bijak demi mencapai misi visi mulia negeri. Rangkaikan masa depan dimulai hari ini, karena kemajuan negeri sesungguhnya ada diatas kehendak generasi muda untuk menjembatani, paparnya

Belajar memang tidak mudah, seperti mengukir batu. Lewat cinta ikhlas dan tekun akan mampu menjadi mahakarya indah yang akan dinikmati sepanjang jaman penuh berkah. Jangan mengorbankan sebuah proses dengan cara instan, karena jalan pintas hasilnya juga akan terbatas dan tiada membawa manfaat yang mampu menjadi titik totalitas yang berkualitas, ujarnya

Agama adalah tatanan rasa jiwa dan raga yang membawa ketentraman dunia demi mengabdi kepada satu kehidupan di alam sebagai persembahan kepada Rob Tuhan Yang Maha Kuasa. Bukan menganggap dan berebut untuk menjadi yang paling suci dan paling benar, Jangan sampai agama dipakai sebagai alat radikalisme yang justru merusak makna kesucian dan keagungan agama itu sendiri. Beribadahlah bijak baik menyangkut vertikal/Ketuhanan maupun Horizontal/kemanusiaan. Karena sisi kebaikan dan kebersamaan adalah kesatuan demi meraih perdamaian demi menjunjung arti kemanusiaan, pungkasnya. (Athi’/bd)