Masjid Bergaya Arsitektur China Di Kota Magelang Tutup Semantara

Kota Magelang – Pemerintah melalui Menteri Agama RI telah menetapkan Idul Adha Tahun 1442 H/2021 M jatuh pada Hari Selasa 20 Juli 2021. Namun demikian karena Kota Magelang termsuk wilayah penerapan PPKM Darurat, maka umat muslim diminta mematuhi SE Menag RI Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

PPKM Darurat diberlakukan mulai tanggal 3 hingga20 Juli 2021 mendatang. Pemasangan spanduk ini adalah himbauan kepada seluruh umat untuk sementara peribadatan di rumah ibadah ditiadakan untuk mencegah penyebaran virus covid 19. Pandemi Covid-19 meningkat tajam. Kondisi ini menuntut kesadaran masyarakat untuk tetap di rumah guna meminimalisasi potensi penularannya. Pelaksanaan PPKM Darurat ditujukan untuk mencegah laju penyebaran virus corona.

Patuhi PPKM darurat, Masjid Al Mahdi di Jl. Delima Raya Komplek Perumahan Armada Estate Kelurahan Kramat Utara Kecamatan Magelang Utara itu menutup sementara kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Masjid yang memiliki gaya arsitektur khas China ini tidak terlalu luas, hanya mampu menampung sekitar 120 jemaah saja. Masjid Al Mahdi dibangun oleh seorang warga keturunan Tionghoa bernama Kwee Giok Yong. Pria yang tinggal persis di belakang masjid itu, sejak menjadi mualaf namanya kemudian berganti menjadi Mahdi yang kini diabadikan menjadi nama masjid tersebut.

Afif Muhammad ASN Kankemenag Kota Magelang yang bertugas memonitoring kegiatan ibadah di Masjid Al Mahdi menyampaikan bahwa pengurus takmir telah berkomitmen untuk menutup sementara kegiatan peribadatan hingga penerapan PPKM darurat usai. Keprihatin terhadap kondisi pandemi Covid 19 yang akhir-akhir ini justru meningkat telah disadari oleh jamahnya. Taat terhadap kebijakan pemerintah demi kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas. (Hari).