Masyarakat Magelang Segera Miliki Islamic Center

Mungkid – Harapan masyarakat Kabupaten Magelang untuk mempunyai Gedung Islamic Center akan segera terwujud. Melalui pembangunan Islamic Center, masyarakat mempunyai wahana dalam menjalankan kegiatan syiar keagamaan.

Kepala Seksi Bimas Islam Agus Syafei, Selasa (06/03), di ruang kerjanya menyampaikan bahwa saat ini rencana pembangunan Islamic Center sedang digodok untuk segera diwujudkan.

Agus Syafei menyampaikan bahwa rencana pembangunan Islamic Center di Kabupaten Magelang merupakan usulan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dan Baznas Kabupaten Magelang sejak tahun 2008. Tujuannya adalah  agar Kabupaten Magelang mempunyai tempat yang representatif dan terjangkau yang dapat digunakan oleh semua komponen lembaga dan masyarakat di kabupaten Magelang dalam kegiatan keagamaan.

“Sebelum muncul usulan pembangunan Islamic Center oleh lembaga-lembaga tersebut, sebenarnya  telah ada kajian akademik dari STAIN Salatiga tentang perlunya dibangun tempat sebagai wadah kegiatan-kegiatan keislaman di kabupaten Magelang,” kata Agus.

Terkait dengan progres pembangunan Agus memaparkan saat ini telah tersedia tanah seluas 8.000 m2 yang dibiayai oleh anggaran Pemerintah Daerah Kab. Magelang tahun 2017.

Dalam perkembangannya, Agus Syafei menyampaikan adanya tawaran opsi biaya pembangunan gedung.

“Terkait biaya pembangunan gedung ada tawaran apakah akan menggunakan anggaran dari APBD atau menggunakan swadaya masyarakat, atau dengan opsi keduanya yaitu menggunakan keduanya APBD dan swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya Agus Syafei memaparkan bahwa dalam bulan Maret ini, sedang berlangsung proses menampung dan menyaring masukan serta  usulan pemanfaatan atau kebutuhan fasilitas gedung Islamic Center dari para calon pengguna gedung seperti  MUI, IPHI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Selanjutnya Pemerintah Kab. Magelang akan mengadakan lomba desain Gedung Islamic Center dengan point penilaian representatif dan nilai guna jangka panjang.

“Nanti kita akan diadakan sayembara desain gambar gedung Islamic Center, desain terbaik dan sesuai penilaian kebutuhan atau fasilitas sebuah gedung Islamic Center, itu yang nanti akan kita pilih sebagai masukan rancangan gedung,” katanya.

Agus Syafei menegaskan bahwa Kementerian Agama sedang bekerja keras agar setiap langkah dan misi Kemenag mencapai kemanfaatan dan kemasylahatan. (at/am/bd)