Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional, Ponpes Gani Tirto Asti Adakan MQK

Wonogiri – Dalam rangkaian peringatan hari santri nasional tahun 2018, Pondok Pesantren Gani Tirto Asri Tirtomoyo, Wonogiri menyelenggarakan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) bagi para santri, minggu kemarin di aula ponpes setempat, yang di ikuti para santri.

Menurut salah satu pengajar Ponpes Gani Tirto Asri, Badarudin MQK merupakan ciri khas pondok pesantren sebagai pusat kajian ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber pada kitab-kitab berbahasa Arab atau lebih dikenal dengan “kitab kuning”. Sebab di Kabupaten Wonogiri sendiri pondok pesantren salaf yang melakukan kajian kitab kuning.

Bidang lomba dalam MQK yaitu perlombaan yang menekankan keahlian, kefasihan dan kebenaran dalam membaca, menghafal nadzom atau matan (hifdzul mutun) serta pemahaman teks kitab kuning tertentu yang dijadikan rujukan, meliputi bidang fiqih, nahwu, tafsir, hadits, ushul fiqh, akhlaq, tarikh, balaghoh, debat bahasa Arab dan debat bahasa Inggris.

MQK memperlombakan substansi dari apa yang selama ini diajarkan di pondok pesantren. Peserta diuji kemampuannya dalam membaca, memahami, menerjemahkan dan mengartikulasikan teks-teks yang terdapat dalam kitab kuning.

“Kitab kuning merupakan ruh dari pondok pesantren. Tanpa kajian kitab, bukanlah pondok pesantren,” katanya.

Sedangkan Kasi PAKIS Kankemenag Wonogiri, Sarwono di ruang kerjanya Jum’at (26/10)  menyambut baik kegiatan tersebut dan sangan mengapresiasi event tersebu. Penyelenggaraan MQK, menurut Sarwono, merupakan bagian dari ikhtiar Pondok Pesantren di bawah koordinasi Kementerian Agama untuk mewujudkan Pendidikan Islam Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam dunia.

Menurutnya, saat ini kondisi situasi sosial-politik yang kurang menguntungkan terjadi pada beberapa negara muslim. Masyarakat muslim dunia saat ini tengah mencari kiblat pendidikan Islam yang dibanggakan. “Kami melihat peluang itu ada di kita, di Indonesia,” ungkapnya

Pendidikan Islam Indonesia adalah pendidikan Islam yang mengajarkan kedamaian dan menghargai perbedaan. Pendidikan Islam Indonesia, kata Kamaruddin, mengajarkan bahwa di samping kebenaran yang kita yakini, kita patut menghargai akan kebenaran yang diyakini oleh orang lain.

“Pendidikan Islam Indonesia adalah pendidikan yang mengajarkan untuk meneguhkan nasionalisme keindonesiaan. Keislaman dan keindonesiaan terpatri menjadi satu dalam proses pendidikan itu sendiri,” tegas Sarwono.

Menurut Badaruidin selain MQK, dalam menyemarrakan HSN tahun 2018 Ponpes Gani Tirto Asri juga mengadakan berbagai kegiatan antara lain,  Mujahadah Rutin Kamis legi, Lomba Teater, Lomba Gani merdu serta di tutup dengan Upacara bendera di alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri. (Mursyid_heri/rf)