Semarang (Humas) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Madrasah Aliyah (MA) Provinsi Jawa Tengah bersama Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Workshop “Hilirisasi Portable Sensor Gas untuk Mengukur Kualitas Kopi dan Rempah Lokal”, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Lubric Kimia FMIPA UNNES, pukul 08.00–14.00 WIB, menghadirkan Sudarmin. sebagai pemateri. Workshop menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama MGMP Kimia MA Jateng dan UNNES dalam mendorong peningkatan kompetensi guru sekaligus hilirisasi hasil penelitian ke dunia pendidikan.
Pemanfaatan portable sensor gas untuk mengukur kualitas kopi dan rempah lokal menjadi sarana menghadirkan pembelajaran kimia yang lebih kontekstual. Guru dapat menghubungkan konsep kimia dengan komoditas yang dekat dengan kehidupan peserta didik, sekaligus mengenalkan penerapan teknologi hasil penelitian.
Kegiatan ini juga mendukung pengembangan Ekstrakurikuler Sains dan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembelajaran kimia. Konteks kopi dan rempah lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membahas kualitas produk, inovasi teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal, serta keterkaitan sains dengan masyarakat dan lingkungan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, memberikan dukungan terhadap kegiatan lintas sektor tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru melalui kolaborasi akademik dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi kurikulum nasional melalui pembelajaran mendalam serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sehingga pembelajaran sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong inovasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemanfaatan potensi lokal.
Kegiatan ini juga mendukung pengembangan Ekstrakurikuler Sains dan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam pembelajaran kimia. Konteks kopi dan rempah lokal dapat menjadi pintu masuk untuk membahas kualitas produk, inovasi teknologi, pemanfaatan sumber daya lokal, serta keterkaitan sains dengan masyarakat dan lingkungan.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Amin Handoyo, memberikan dukungan terhadap kegiatan lintas sektor tersebut. Menurutnya, penguatan kompetensi guru melalui kolaborasi akademik dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi kurikulum nasional melalui pembelajaran mendalam serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sehingga pembelajaran sains tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong inovasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemanfaatan potensi lokal.







