MI Asmaul Husna Wonogiri Rebut Juara Try Out, Patahkan Stigma Madrasah Pilihan Kedua

Wonogiri – Untuk kesekian kalinya capaian prestasi peserta didik dari Madrasah di torehkan, adalah 7 peserta didik dari MI Al Asmaul Husna Wonogiri berhasil masuk 10 besar menyisihkan 400 peserta try out yang di gelar di SMPN 5 Wonogiri yang di gelar akhir bulan kemarin. Adapun perolehan peringkat tersebut juara 1 Dian  Nurul Aysyah, juara 2 Mutiara Ayu dan Juara 3 Valentina Nur Rahmawati semua dari MI Asmaul Husna Wonogiri mampu mengungguli SD/MI di wilayah Wonogiri bahkan ada siswa dari Karanganyar dan Sukoharjo.

Hal tersebut di sampaikan ketua Yayasan Asmaul Husna, Sarwono yang juga ASN Kemenag Wonogiri ketika di temui di Kankemenag Wonogiri, Rabu (05/04). Menurutnya sejak dini lembaga pendidikan di yayasan tersebut selain menanamkan budi pekerti dan ahklakul karimah juga tidak meninggalkan bidang akademiknya.

Saat ini Yayasan Asmaul Husna mempunyai lembaga RA dengan jumlah peserta didik sebanyak 98 anak dan  pendidik 8 orang, sedangkan MI dengan jumlah peserta didik sebanyak 192 anak dan  pendidik 14 orang mampu menyejajarkan prestasi anak didiknya dengan TK dan SD  favorit lainnya di kota gaplek.

Kasubbag TU Kankemenag Wonogiri, Fatonah ketika di mintai tanggapannya di ruang kerjanya merasa bangga dan menyampaikan bahwa prestasi anak-anak MI Asmaul Husna harus menjadi cambuk dan entry point bagi kepala dan guru Madrasah untuk selalu meningkatkan komitmen, integritas, kinerja yang bagus dan prestasi yang tinggi.

“Kepada adik-adik dari MI Asmaul Husna saya berpesan untuk terus berprestasi dan tetap semangat agar menanamkan terus jiwa berprestasi. Selain itu, agar para guru dan kepala madrasah agar mendorong dan mendukung anak-anak agar terus berprestasi. Tidak ada yang tidak mungkin, kalau ada kemauan dari kita semua,” pesan Kasubbag TU.

Menurut Fatonah, paradigma saat ini madrasah harus sudah harus berbicara tentang kualitas, bukan lagi kuantitas, karena madrasah saat ini mengalami peningkatan jumlah yang signifikan sehingga kualitas harus ditingkatkan agar madrasah tetap dipercaya oleh masyarakat.

Ini bisa mematahkan stigma yang berkembang di masyarakat yang mengatakan madrasah adalah pilihan kedua setalah sekolah umum ternyata fakta berbicara lain banyak prestasi yang di ukir dan ditorehkan siswa-siswi madrasah bahkan mampu menyisihkan siswa-siswi sekolah umum yang dalam image masyarakat sekolah favorit.  

Sehingga menurut Fatonah, kesan madrasah sebagai pendidikan kelas dua yang dulu melekat berangsur-angsur mulai berubah. Itu terbukti ketika calon siswa yang hendak masuk ke madrasah unggulan, mereka harus bersaing ketat. Kini, menjadi siswa madrasah membanggakan, selain prestasi akademik juga non akademik. (mursyid_Heri/Wul)