MIN Jetis Mendominasi OSN Tingkat Kabupaten

Sukoharjo – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jetis Kabupaten Sukoharjo berhasil mempertahankan tradisi lolos Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten dan maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut didasarkan pada hasil OSN yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo pada Rabu (29/3) bertempat di Aula Sekolah Dasar (SD) Negeri Jetis 1 yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Darno.

Pada ajang tersebut MIN Jetis diwakili oleh Romizard Rasendriya pada bidang matematika dan Juan Tegar Agusta pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Keduanya merupakan juara 1 pada kegiatan serupa di tingkat kecamatan. Perwakilan MIN Jetis berhasil menyisihkan 35 peserta lainnya pada setiap bidang yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan.

Setiap peserta OSN harus menyelesaikan 25 soal yang terdiri 20 soal pilihan ganda dan 5 soal dalam waktu 90 menit. Hasil lomba diumumkan setelah penilaian yang memakan waktu 2 jam. Pada bidang matematika, siswa MIN Jetis berhasil meraih tertinggi diikuti siswa dari SDN Gayam 1 dan SDN Kateguhan 2. Untuk bidang IPA, siswa MIN Jetis juga meraih nilai tertinggi diikuti oleh SDN Gayam 1 dan MIN Grogol Weru.

Piala kejuaran diserahkan oleh Pejabat Dinas Pendidikan, Wasino, mewakili Kepala Dinas Pendidikan yang sedang tugas kedinasan. Sambil menyerahkan piala, Wasino berpesan untuk tetap semangat belajar dan mempersiapkan diri maju ke tingkat propinsi.

Menurut pembina utama olimpiade MIN Jetis, Burhan Susilo, OSN tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana pelaksanaan antar kabupaten tidak serentak dan soal dibuat oleh tim Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang segala sesuatu ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. “Untuk OSN tingkat provinsi akan digelar 5 April mendatang, dan kami akan terus melakukan pembinaan khususnya ketelitian mengerjakan soal,” imbuh Burhan Susilo.

Kepala MIN Jetis, Danuri, mengungkapkan kegembiraannya atas prestasi yang diraih dua peserta didiknya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah sekarang mampu bersaing di bidang apapun, tidak hanya bidang agama. Danuri juga berpesan kepada para juara untuk tidak berbangga diri dahulu karena proses lomba masih panjang.

“Kami mengajarkan ke anak bahwa juara sejati itu tidak hanya mengalahkan lawan di perlombaan tetapi bisa mengalahkan diri sendiri dari sifat sombong ketika menang lomba,” kata Danuri ketika ditemui di ruang kerjanya.(pry-djp/wul)